Adaro Energy (ADRO) Incar Penjualan 67 Juta Ton Batu Bara di 2024
JAKARTA, invetortrust.id - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mengincar volume penjualan batu bara sebanyak 65-67 juta ton pada 2024, terdiri atas 61-62 juta ton batu bara termal dan 4,9-5,4 juta ton batu bara metalurgi.
“Volume penjualan batu bara Adaro pada 2023 mencapai 65,71 juta ton, naik 7% dari 2022 dan melampaui target 62-64 juta ton,” tutur Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi ‘Boy’ Thohir dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (1/3/2024).
Baca Juga
Meski Royalti Naik Jadi US$ 1,4 miliar, Adaro Energy (ADRO) Tetap Cetak Laba US$ 1,87 Miliar
Boy Thohir mengungkapkan, tahun ini perseroan akan memulai konstruksi smelter aluminium di kawasan industri di Kalimantan Utara.
“Selain itu, kami akan groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), juga di Kalimantan Utara,” ujar dia.
Boy Thohir menjelaskan, Adaro Energy menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai US$ 600-700 juta tahun ini, termasuk investasi ekuitas pada proyek-proyek terkait kawasan industri di Kalimantan Utara.
Baca Juga
Belanja modal tersebut, menurut Boy, akan digunakan perseroan untuk investasi pada alat berat, tongkang, dan sarana pendukung pada rantai pasokan perusahaan saat investasi pada smelter aluminium dan fasilitas pendukungnya dimulai.
Adaro Energy pada 2023 membukukan penurunan laba inti sebesar 38% menjadi US$ 1,87 miliar dibanding US$ 3,01 miliar pada 2022. Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan pendapatan yang mencapai 20% dari US$ 8,10 miliar menjadi US$ 6,51 miliar.

