Umumkan Lepas Bisnis Batu Bara Rp 37,77 Triliun, Saham Adaro Energy (ADRO) Terbang
JAKARTA, investortrust.id – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) berencana menjual seluruh saham anak usahanya PT Alam Tri Abadi (AAI) senilai US$ 2,45 miliar atau Rp 37,77 triliun (kurs jisdor Rp 15.415).
Harga penjualan saham AAI yang dimiliki ADRO sebanyak 99,9999% tersebut, setara 31,8% dari total ekuitas Adaro Energy. Sesuai POJK 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal mengenai batas kewajaran, nilai transaksi sebanyak-banyaknya tidak dapat melebihi 34,2% dari total ekuitas perseroan.
Mengacu pada ketentuan Pasal 6 POJK 17/2020, perseroan wajib memperoleh persetujuan pemegang saham ADRO terlebih dahulu. Sebab, masing-masing total aset, laba bersih, dan pendapatan usaha AAI melebihi 50% dari total aset, laba bersih, dan pendapatan ADRO.
Baca Juga
Adaro Energy (ADRO) Ungkap Alasan Lepas Anak Usaha Penting Ini
“Perseroan berencana menyelenggarakan RUPSLB (rapat umum pemegang saham luar biasa) secara tatap muka dan daring (hybrid) untuk menyetujui rencana transaksi di Jakarta pada 18 Oktober 2024,” tulis manajemen Adaro pada keterbukaan informasi yang dikutip pada Kamis (12/9/2024).
Melalui AAI, Adaro Energy memiliki saham-saham pada beberapa perusahaan pertambangan batu bara termal, yaitu PT Adaro Indonesia, PT Paramitha Cipta Sarana, PT Semesta Centramas, PT Laskar Semesta Alam, dan PT Mustika Indah Permai.
Semua perusahaan itu memproduksi batu bara termal berkalori menengah dengan kadar polutan rendah.
Selain itu, Adaro Energy melalui AAI juga memiliki saham-saham pada dua perusahaan pertambangan batu bara termal yang saat ini sedang dikembangkan, yaitu PT Pari Coal dan PT Ratah Coal.
Sebagai perusahaan pertambangan dan energi terintegrasi, Adaro Energy juga memiliki bisnis jasa logistik, melalui AAI. Bisnis ini meliputi angkutan tongkang dan pemuatan kapal batu bara, pengerukan dan pemeliharaan alur sungai, bongkar muat, operasi pelabuhan di darat dan laut, hingga pemeliharaan dan perbaikan tongkang.
Baca Juga
Laba Atribusi Adaro Energy (ADRO) US$ 880,18, Manajemen Ungkap Fakta Kinerja Semester I-2024
Adaro Energy sendiri, telah membentuk tiga pilar pertumbuhan, yakni Adaro Energy, Adaro Minerals, dan Adaro Green. Awalnya perseroan membangun rantai pasokan terintegrasi vertikal dari tambang sampai pembangkit listrik, dan kemudian melanjutkan rantai pasokan ke bisnis hijau.
Rantai pasokan bisnis hijau sebagai perpanjangan berikutnya saat ini sedang dibangun oleh Adaro Energy untuk mendukung dan menangkap peluang ekonomi hijau yang sedang dikembangkan di Indonesia. “Perseroan berencana untuk terus secara strategis melakukan ekspansi dan diversifikasi pada pilar non-pertambangan batu bara,” tegas manajemen Adaro Energy.
Baca Juga
Hal tersebut dipercaya akan menciptakan portofolio bisnis yang lebih seimbang dan perlindungan yang lebih baik bagi perseroan di seluruh fase siklus bisnis, serta menjadi kontributor penting terhadap penciptaan nilai jangka panjang.
Sementara itu, harga saham ADRO berhasil torehkan lompatan harga hingga sentuh level Rp 4.050 pada perdagangan di BEI, Kamis (12/9/2024). Sedangkan hingga pukul 14.00 WIB, penguatan saham ADRO mencapai Rp 390 (11,08%) menjadi Rp 3.910.
Tak hanya itu, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) yang juga menguasai saham ADRO membukukan kenaikan harga fantastis hari ini hingga sempat sentu level tertinggi hari ini Rp 2.800. Sedangkan hingga pukul 14.00 WIB, penguatan saham SRTG mencapai Rp 330 (14,35%) menjadi Rp 2.630.
Grafik Saham ADRO

