Target Harga Saham BNI (BBNI) Direvisi Naik ke Rp 6.300, Berikut Faktor Pendukung
JAKARTA, investortrust.id – Ciptadana Sekuritas merevisi naik target harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI dari Rp 5.825 menjadi Rp 6.300. Revisi ini mempertimbangkan kuatnya realisasi kinerja keuangan tahun 2023 dan potensi pertumbuhan yang tetap pesat tahun ini.
Analis Ciptadana Sekuritas Asia Erni Marsella Siahaan mengatakan, revisi naik target harga saham tersebut mempertimbangkan realisasi pertumbuhan laba bersih BBNI sebanyak 14% menjadi senilai Rp 20,9 triliun tahun 2023 sudah sesuai estimasi Ciptadana Sekuritas dan consensus analis.
Baca Juga
Kenaikan target harga tersebut juga menggambarkan keberhasilan perseroan menekan biaya provisi dengan penurunan mencapai 20% tahun 2023. Hal ini membuat biaya kredit turun menjadi 1%, dibandingkan tahun sebelumnya 1,4%.
Selain faktor tersebut, Ciptadana Sekuritas menyebutkan, LDR perseroan baru mencapai 86%. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan simpanan yang pesat hingga berimbas terhadap peningkatan likuiditas perseroan. Perseroan juga berhasil meningkatkan rasio CASA menjadi 71,2% pada kuartal IV-2023, dibandingkan kuartal III-2023 sekitar 68,6%.
Revisi target harga tersebut juga mempertimbangkan target pertumbuhan kredit BBNI tahun ini mencapai 9-11% atau lebin tinggi dari pencapaian tahun lalu sekitar 8%. Target tersebut mempertimbangkan perkiraan peningkatan pinjaman korporasi.
“Berbagai faktor tersebut mendorong kami merevisi naik target harga saham BBNI dari Rp 5.825 menjadi Rp 6.300. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan PBV tahun 2024 sektiar 1,4 kali, dibandingkan harga saham BBNI saat ini baru merefleksikan PBV 1,2 kali,” tulisnya.
Baca Juga
BBNI Ungkap Strategi Pupuk Laba di Tengah Tren Suku Bunga Tinggi
Revisi target harga tersebut juga sejalan dengan dinaikknya target kinerja keuangan BNI oleh Ciptadana Sekuritas Asia. Target PPOP tahun ini direvisi naik dari Rp 39,73 triliun menjadi Rp 39,79 triliun. Pertumbuhan simpanan juga direvisi naik dari Rp 879,91 triliun menjadi Rp 887,16 triliun.
Sedangkan proyeksi laba bersih direvisis naik dari semulai Rp 23,81 triliun menjadi Rp 24,40 triliun. Sedangkan NIM perseroan tahun ini direvisi turun dari semula 5% menjadi 4,8%.
Estimasi Kinerja Keuangan BBNI

