Target Harga Saham Telkom (TLKM) Direvisi Naik, Faktor Pendukung Berikut
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) direvisi naik, seiring dengan perkiraan arus kas perseroan lebih tinggi tahun ini. Revisi naik juga mempertimbangkan penurunan belanja modal (capex) tahun ini.
BRI Danareksa Sekuritas menaikkan target harga saham TLKM dari Ro 3.680 menjadi Rp 3.900. Saham TLKM dipertahankan dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut mengasumsikan pemangkasan belanja modal tahun ini yang bisa berimbas terhadap peningkatan target laba.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Cetak Laba Atribusi Rp 23,64 Triliun di 2024, Turun atau Naik?
Peluang pemangkasan belanja modal tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target laba inti TLKM tahun ini dari semula Rp 23,22 triliun menjadi Rp 24,79 triliun. Sedangkan proyeksi pendapatan direvisi turun dari Rp 155,43 triliun menjadi Rp 154,40 triliun.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta dan Niko Margaronis mengatakan, capex perseroan tahun ini diperkirakan turun sebanyak 5-6% yang bisa berimbas terhadap laba bersih TLKM yang lebih tinggi tahun ini, dibandingkan perkiraan semula.
Estimasi Kinerja Keuangan TLKM
Peluang pemangkasan belanja modal tersebut didasarkan kondisi makro ekonomi dan tren penurunan capex TLKM tahun lalu. Berdasarkan data rasio belanja modal terhadap pendapatan hanya mencapai 16,3% tahun 2024, dibandingkan 2023 sekitar 18,4%.
”Adanya keterlambatan peningkatan kapasitas pusat data baru membuat penurunan belanja modal. Penurunan tersebut bisa mendukung peluang peningkatan laba,” tulisnya.
Baca Juga
Yakin Prospek Kuat Jangka Panjang, Telkom (TLKM) Buyback Saham Rp 3 Triliun
Terkait kinerja keuangan tahun 2024, menurut dia, sudah sesuai dengan perkiraan konsensus analis, meski pendapatan perseroan mengalami penurunan. Tahun lalu, perseroan membukukan pendapatan menjadi Rp 149,96 triliun dan laba bersih mencapai Rp 23,64 triliun.
Manajemen TLKM dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan lalu, TLKM mencatat penurunan tersebut sejalan dengan penurunan pendapatan perseroan dari Rp 149,21 triliun menjadi Rp 149,96 triliun. Laba usaha juga turun dari Rp 44,38 triliun menjadi Rp 42,99 triliun.
Telkom sebelumnya merancang pembelian kembali (buy back) saham dengan nilai Rp 3 triliun. Aksi ini akan direalisasikan setelah mendapatkan restu pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 27 Mei 2025.

