Mandiri Sekuritas Proyeksikan IHSG Tahun 2024 di Level 7.640
JAKARTA, investortrust.id – PT Mandiri Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2024 berada pada level 7.640 sebagai baseline. Sedangkan di level bull dan bear, IHSG diperkirakan menyentuh angka, masing-masing 8.030 dan 6.560.
“Indeks target IHSG kami berikan untuk akhir tahun depan itu di 7.640, sebelumnya di 2023 kami expect 7.180. Kami juga buat coverage IDX80 yang diberikan target 147 untuk 2024,” ujar Head of Equity Research, Strategy, Consumer Mandiri Sekuritas Adrian Joezer secara virtual, baru-baru ini.
Dia menyebut, tema yang diangkat Mandiri Sekuritas untuk tahun depan adalah kebijakan moneter The Fed yang melonggar, dari sebelumnya dilakukan pengetatan (tightening). Joezer menilai, pengetatan kebijakan moneter yang diterapkan The Fed sudah mencapai puncaknya sehingga konsensus meyakini terjadinya pelonggaran.
Bank sentral global telah menaikkan suku bunga sebesar 250-525 basis points (bps) selama 27 bulan terakhir, yang dapat menyebabkan melemahnya pertumbuhan global. ASEAN, termasuk Indonesia, diperkirakan akan menunjukkan ketahanan yang relatif.
Baca Juga
Mirae Kembali Revisi Target IHSG 2023 Jadi 7.200, Simak Panduan Investasinya
Ketika inflasi turun, suku bunga riil akan naik pada 2024 sehingga memungkinkan bank sentral untuk menurunkan suku bunga, meskipun lamanya jeda The Fed tetap menjadi sebuah risiko.
Dalam sembilan siklus pengetatan terakhir sejak 1972, jeda The Fed secara historis berdampak positif bagi obligasi dan ekuitas negara berkembang. Kinerja yang lebih baik dari negara berkembang dan ekuitas Indonesia baru terlihat atau berjeda 12 bulan setelah The Fed.
“Harapannya ini bisa jadi satu katalis namun memang sebelum memasuki arah situ, masih terdapat banyak tantangan,” ujar dia.
Pada 2023, perubahan penting terjadi dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 5,5%, turun dari 34% pada 2022. Penurunan ini seiring melambatnya siklus super komoditas, berkurangnya permintaan yang terpendam, dan kondisi keuangan yang semakin ketat.
Baca Juga
Bila tidak termasuk komoditas, Joezer menyebut, pertumbuhan pendapatan akan semakin melemah pada semester I-2024. Namun, jika memperhitungkan komoditas, pertumbuhan secara tahunan (yoy) dapat berubah pada kuartal IV-2023 atau kuartal I-2024. Sebab, berkurangnya hambatan EPS komoditas dan membaiknya likuiditas di tengah belanja fiskal dan pemilu.
Faktor-faktor yang diantisipasi seperti pelonggaran kebijakan moneter dan pelemahan dolar menunjukkan lintasan pertumbuhan yang lebih kuat pada semester II-2024. Sedangkan pemulihan Indonesia pasca-pengetatan, dipercaya bisa lebih baik dibandingkan siklus pengetatan sebelumnya.
Joezer menambahkan, pada tahun pemilu 2024 akan terjadi pembalikan posisi hawkish menjadi dovish. Dia meyakini hal tersebut karena kondisi yang sama telah terjadi dalam dua pemilu terakhir.
“Namun memang perlu dilihat perbedaan kesempatan di sini adalah secara kelas aset, saham di indo itu bisa dibilang valuasinya murah dengan P/E hanya sekitar 12-13x,” pungkasnya. (CR-10)
Baca Juga
Trimegah Sekuritas Prediksi IHSG 2024 Level 7.800, Enam Saham Ini Pilihan Teratas

