Jasnita (JAST) Optimistis Cetak Pendapatan Rp 140 Miliar, Ini Target Kinerja 2024
JAKARTA, investortrust.id – Emiten penyedia infrastruktur telekomunikasi dan call centre PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) optimistis dapat mengemas pendapatan sebesar Rp 140 miliar sepanjang tahun 2023, angka ini mencerminkan kenaikan 10% dari tahun 2022.
Direksi JAST menyebut, proyeksi pendapatan Rp 140 miliar disokong oleh pendapatan dari sektor pengadaan tender mencapai Rp 46,6 milliar, naik 100% dibanding tahun 2022 sebesar Rp 21,8 milliar.
‘’Perseroan memenangkan beberapa tender penting tahun ini, seperti Layanan Contact Center 165 BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, DJKI, Ombusdman RI, Badan Pusat Statistik, Grab, Mitra Transaksi Indonesia, KCIC, United Tractors, Bank Mandiri Card dan layanan Call Center Dewan Kehormatan Pelaksanaan Pemilu,’’ urai Direksi JAST dikutip dari keterbukaan informasi yang dilansir, Kamis (28/12/2023).
Baca Juga
MTI Sebut Penerapan Tol Nirsentuh Bisa Hemat BBM, Ini Penjelasannya
Lebih lanjut disampaikan, proyeksi pendapatan akan berdampak pada laporan keuangan yang positif serta laba pada kinerja Perseroan tahun 2023.
Selain itu, dari sisi layanan 112, Perseroan sudah menyediakan layanan mencapai 84 Kabupaten/Kota di Indonesia. Pendapatan dari penyediaan layanan 112 menyumbang 15% dari total seluruh pendapatan Jasnita.
Target 2024
Memasuki tahun 2024, JAST optimistis dengan pertumbuhan konektivitas IoT (Internet of Things) yang lebih cepat, dan pergeseran menuju layanan digital yang lebih terintegrasi. Juga, regulasi, kebijakan pemerintah yang mendorong percepatan layanan panggilan darurat 112.
‘’Perseroan akan meningkatkan kualitas layanan dan memenuhi kebutuhan stakeholder guna mempercepat pertumbuhan Ekonomi di Indonesia,’’ ulas Manajemen JAST.
Terkait kinerja, Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan konsolidasi sebesar 15%, dengan beberapa rencana strategis, antara lain: Layanan Darurat 112 dengan target kenaikan 20 kabupaten/kota baru untuk layanan darurat.
Baca Juga
IHSG Dibuka Naik 20,65 Poin, Saham Emiten Tahir dan Hermanto Tanoko Berkibar
Kemudian layanan Contact Center dengan target nilai project mencapai Rp 80 milliar, layanan Jascloud & Omnichannel dengan target peningkatan klien baru lebih dari 15 klien per hari, dengan peningkatan pendapatan melalui strategi up-selling dan crossselling.
Kemudian, pengembangan dan pemasaran AI & Smart City, dengan menyelesaikan pengembangan teknologi AI dan solusi Smart City serta pemasaran akan produk ini dengan nilai proyek Rp 50 milliar, dengan fokus ekspansi pasar di Asia Tenggara serta bekerja sama dengan axxonsoft dan Dell.
‘’Target Ekspansi ke pasar Asia Tenggara melalui kolaborasi dengan CCX Pte Ltd di Malaysia dan Singapura, dengan nilai proyek yang lebih besar,’’ ujar Manajemen JAST.
Selanjutnya Perseroan akan mengembangkan bisnis CCTV Surveilance as a Service & Video Management Service, dengan fokus Smart City pada CCTV Surveilance as a Service dan Video Management Sistem berbasis AI dengan menggandeng PT Jast Indonesia Aman, Entitas Usaha Perseroan, suatu perusahaan bidang keamanan yang telah mempunyai izin Aktivitas Keamanan.
‘’Dalam layanan ini, suatu perusahaan tidak perlu lagi berinvestasi CCTV karena telah disediakan oleh Perseroan,’’ pungkas Manajemen JAST.

