Hotel Sahid (SHID) Bidik Pendapatan Rp 140 Miliar di 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) membidik pertumbuhan pendapatan menjadi Rp 140 miliar pada 2024, dibandingkan realisasi tahun Rp 133,10 miliar. Sedangkan rugi bersih diharapkan kembali turun.
Direktur SHID Hengky Roy mengatakan, perseroan optimistis pendapatan bertumbuh tahun ini. Pertumbuhan ini diharapkan mendukung target perseroan untuk meraih laba bersih mulai tahun 2025.
“Kami berharap rugi bersih tahun ini kembali turun dan bisa mulai mencatatkan laba bersih tahun 2025,” ujar Hengky pada paparan publik SHID secara virtual, Jumat (28/6/2024).
Baca Juga
Menko Airlangga Pastikan Makan Bergizi Gratis untuk Tingkatkan PISA
Guna mendukung pertumbuhan pendapatan tahun ini, dia mengatakan, SHID menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 55,6 miliar. Dana mencapai Rp 50,5 miliar akan digunakan untuk renovasi Grand Sahid.
Sedangkan sisa capex tersebut sebesar Rp 5 miliar akan digunakan untuk perbaikan Hotel Sahid Bandar Lampung dan renovasi apartemen Istana Sahid.“Jadi, untuk pembiayaan renovasi dan ekspansi ini berasal dari sumber dana operasional dan pinjaman pemegang saham," terangnya.
Baca Juga
IHSG Akhirnya Ditutup di Zona 7.000 Terdorong Lompatan Saham Market Cap Besar Ini
Tahun lalu, SHID mencatatkan peningkatan pendapatan menjadi Rp 133,10 miliar atau naik 47,51% dari capaian tahun 2022 sebanyak Rp 90,23 miliar. Perseroan mencatatkan penurunan rugi bersih dari semulai Rp 30,17 miliar menjadi rugi bersih Rp 22,56 miliar pada 2023.
Penyumbang terbesar pendapatan berasal dari segmen food and beverage (FNB) sebesar 59% FNB, sewa kamar 34%, segmen lain-lain6%, dan apartemen 1%. Sedangkan Average Room Rate (ARR) Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta terus mengalami peningkatan sejak tahun 2021. Occupancy rate juga naik menjadi 41,20% tahun 2023, dibandingkan tahun 2022 sebesar 31,97%.
Grafik Saham SHID

