Gandeng Partner Alibaba, Jasnita Telekomindo (JATS) Perkuat Layanan Cloud
JAKARTA, investortrust.id - PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) menandatangani MOU Kolaborasi Sales Public Cloud dengan PT Sosial Teknologi Indonesia (SOTECH), salah satu distributor dalam pemasaran public cloud di Indonesia.
Saat ini salah satu core bisnis JAST adalah sebagai penyelengara solusi contact center bagi korporasi, pemerintahan, dan UKM.
Sekretaris Perusahaan PT Jasnita Telekomindo Tbk Nathania Olinda mengatakan, beberapa korporasi tercatat menjadi client utama JAST antara lain BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, Mandiri Inhealth, Grab dan lain-lain.
Baca Juga
Target Saham MEDC Rp 2.200, Potensi Cuan dari AMMN US$ 4,6 Miliar
‘’JAST telah mengembangkan solusi teknologi untuk melayani penyelenggaraan customer service bagi para pelanggan para nasabah/pelanggan korporasi,’’ paparnya dalam keterangan tertulis, Kamis (12/9/2023)
Selain itu, JAST menyediakan solusi bagi penyelenggaraan contact center bagi instansi pemerintahan seperti Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, SDPPI, APTIKA, BAKTI, Komite Ombusdman, Kementerian Keuangan.
Untuk pemerintah daerah, saat ini JAST telah bekerja sama dalam pemberian solusi penyelenggaraan layanan panggilan darurat 112 dengan lebih dari 80 kabupaten dan Kota.
Adapun SOTECH, merupakan salah satu partner distributor terbesar Alibaba Cloud Indonesia. Dalam event Partners Award & Appreciation Dinner 2023 yang diselenggarakan Alibaba Cloud tanggal 9 Agustus 2023 lalu, SOTECH berhasil meraih sebagai Best Technical Support.
Baca Juga
Laba Direvisi Turun, Target Saham Mitra Keluarga (MIKA) Dinaikkan, Kok Bisa?
Disamping sebagai salah satu distributor terbesar Alibaba Cloud, SOTECH juga merupakan distributor bagi tiga pemain besar Public Cloud di Indonesia.
‘’Melalui kolaborasi sales public Cloud ini, diharapkan JAST dapat semakin memperkokoh bisnisnya dalam melayani para klien baik dari sektor korporasi maupun pemerintahan,’’ imbuhnya.
Selama semester I-2023, JATS menderita rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 10,57 miliar.
Adapun pendapatan, ditopang oleh jasa interkoneksi dan internet mencapai Rp 2,76 miliar. Kemudian proyek telekomunikasi Rp 74,75 miliar, jasa non koneksi Rp 1,86 miliar, dan jasa lainnya Rp 288 juta.

