Setelah Listing di BEI, United Bike (UNTD) Bidik Produksi 60.000 Motor Listrik
JAKARTA, investortrust.id – PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) atau emiten produsen sepeda United Bike berencana memproduksi motor listrik sebanyak 60.000 unit pada 2024.
“Target 2024 sebesar 60.000 sedangkan di 2023 karena akhir tahun, baru masih beberapa ratus ribu,” ujar Direktur Terang Dunia Internusa Andrew Mulyadi, usai paparan publik UNTD di Jakarta, Kamis (11/1/2024).
Jumlah tersebut, belum mencapai separuh dari total kapasitas pabrik United Bike. Dilansir dari prospektus perusahaan, hingga 31 Juli 2023, total kapasitas produksi sepeda motor listrik perseroan adalah 150.000 unit per tahun.
Sedangkan produksi sepeda motor listrik per 31 Juli 2023 (ytd), sepanjang 2022, dan 2021, masing-masing sebanyak 927, 997, dan 355 unit. Jumlah ini mengambil porsi sekitar 0,6%, 0,7%, dan 0,2% dari total kapasitas yang dimiliki perseroan.
Dalam periode serupa, segmen sepeda motor listrik menghasilkan penjualan masing-masing sebesar Rp 16,83 miliar, Rp 17,79 miliar, dan Rp 7,22 miliar atau 3,51%, 4,25%, dan 1,44% dari total penjualan perseroan.
Selanjutnya, penjualan sepeda motor listrik pada 31 Juli 2023, serta 31 Desember 2022 dan 2021 menghasilkan laba kotor masing-masing Rp 6,36 miliar, Rp 7,35 miliar, dan Rp 3,02 miliar. Angka tersebut menggambarkan margin laba kotor masing-masing sebesar 37,82%, 41,34%, dan 41,87%.
Manajemen Terang Dunia Internusa pun optimistis, penjualan motor listrik United Bike akan meningkat sehingga tidak hanya produksi yang bertambah. “Tentu akan meningkat sangat signifikan ya karena subsidinya kan 2023 dimulai di akhir tahun. Jadi permintaannya meningkat sangat signifikan,” ujarnya yakin.
Baca Juga
United Bike (UNTD) Gelar Bookbuilding, Bidik Dana IPO Rp 400 Miliar
UNTD berencana mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada kuartal I-2024. Perseroan menawarkan sebanyak-sebanyaknya 1.666.666.700 saham kepada publik, setara 25% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.
Dalam penawaran awal harga saham UNTD berada di kisaran Rp 170-240 per saham. Dengan begitu, perseroan berpotensi memperoleh dana sebesar Rp 283,3-400 miliar melalui IPO ini.
"Seluruh Dana IPO akan digunakan untuk membiayai modal kerja yang terkait dengan produksi e-motor dan e-moped,” tegas Andrew dalam kesempatan yang sama.
Belanja modal dimaksud, meliputi pembelian bahan baku seperti frame, baterai, dinamo, wheel-set, multi information display seperti speedometer digital dan GPS, brake system, dan suspension.
Roadshow dan penawaran awal (bookbuilding) saham UNTD dijadwalkan pada 11-22 Januari 2024. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan bisa diperoleh pada 30 Januari 2024. Setelah pernyataan efektif terbit, saham UNTD diharapkan bisa tercatat (listing) di BEI pada 7 Februari 2024. (CR-10)
Baca Juga
Sinergi Multi Lestarindo (SMLE) Ungkap Rencana Pengembangan Bisnis Usai IPO

