Terang Dunia (UNTD) Targetkan Pendapatan Naik Minimal 30%, Ini Sumbernya
JAKARTA, investortrust.id - PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) menargetkan pertumbuhan pendapatan minimal 30% pada 2024 dibandingkan tahun lalu. Emiten yang juga dikenal dengan nama United Bike itu belum rampung menghitung pendapatan 2023 yang diperkirakan naik 50% lebih secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 419,17 miliar pada 2022.
“Estimasi sih tentu yang normal-normal ya. Kami mau 30%. Tetapi kami sudah ada satu perencanaan untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan satu perusahaan yang cukup besar nilainya. Dengan satu kontrak ini saja nilainya akan melewati dari semua (target) yang kami rencanakan,” papar Direktur Terang Dunia Internusa, Andrew Mulyadi di Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, Kamis (11/01/2024).
Meski enggan menyebut nama perusahaan yang akan diajak kerja sama, Andrew mengatakan, kolaborasi dimaksud adalah untuk produk motor listrik. Kesepakatan ini diproyeksi rampung dalam 1-2 bulan ke depan.
Baca Juga
Setelah Listing di BEI, United Bike (UNTD) Bidik Produksi 60.000 Motor Listrik
Merujuk prospektus perseroan, total penjualan bersih produk-produk United Bike per 31 Juli 2023 mencapai Rp 479,77 miliar, melampaui capaian 2022 yang sekitar Rp 419,17 miliar.
Dengan asumsi kinerja perseroan pada 2023 tumbuh lebih dari 50% (yoy), berarti pendapatan Terang Dunia Internusa minimal mencapai Rp 628,75 miliar pada akhir tahun lalu.
Pertumbuhan yang signifikan tersebut, menurut Andrew, dipengaruhi penjualan moped (kendaraan roda dua, dirancang seperti sepeda, tetapi dilengkapi mesin bersilinder) yang booming pada 2023.
Meski demikian, kata dia, hal ini tak serta merta membuat perusahaan mengalihkan fokus produksi dan penjualan dari produk sepeda. Pasalnya, merek United Bike sudah ada dan dikenal luas di kalangan masyarakat Indonesia selama 30 tahun lebih.
“Dengan adanya MoU itu aja sangat besar. Jadi, kalau itu terjadi, bisa 100% (pertumbuhan pendapatan 2024),” tutur dia.
Terang Dunia Internusa berencana mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada kuartal I-2024. Perseroan menawarkan sebanyak-sebanyaknya 1,66 miliar saham kepada publik, setara 25% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.
Dalam penawaran awal, harga saham UNTD berada di kisaran Rp 170-240 per saham. Dengan begitu, perseroan berpotensi memperoleh dana Rp 283,3-400 miliar melalui IPO ini.
Baca Juga
United Bike (UNTD) Gelar Bookbuilding, Bidik Dana IPO Rp 400 Miliar
"Seluruh Dana IPO akan digunakan untuk membiayai modal kerja yang terkait dengan produksi e-motor dan e-moped,” tegas Andrew.
Dia menambahkan, belanja modal dimaksud meliputi pembelian bahan baku seperti frame, baterai, dinamo, wheel-set, dan multi information display, seperti speedometer digital dan GPS, system pengereman (brake system), serta suspensi.

