Usai DSSA, Kini Giliran Saham Grup Sinarmas (SMMA) Ini Yang Melambung
JAKARTA, investortrust.id – Usai saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melesat hingga 69,4% sepanjang Januari 2024 berjalan dan menjadi saham termahal di Bursa Efek Indonesia (BEI), kini giliran saham emiten grup Sinarmas lainnya PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) yang melesat.
Berdasarkan data BEI, saham SMMA melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 3.700 (20%) menjadi Rp 22.200 hingga pukul 10.30 WIB. Dengan penguatan tersebut, saham SMMA telah melesat dari level Rp 14.500 menjadi Rp 22.200 atau telah melesat 84,82% sepanjang Januari 2024 berjalan.
Baca Juga
BEI Cabut Suspensi Saham Termahal (DSSA), Pantau Pergerakannya
Grup Sinarmas melalui PT Sinar Mas Cakrawala bertindak sebagai pemegang sebanyak 51,68% saham SMMA. Sedangkan sisanya dikuasai investor publik mencapai 43,30% saham atau setara dengan 2,75 miliar saham.
Secara keuangan, SMMA mencatatkan penurunan pendapatan dari Rp 25,12 triliun menjadi Rp 18,96 triliun. Namun demikian, perseroan justru berhasil mencetak peningkatan laba periode berjalan dari Rp 1,10 triliun menjadi Rp 1,63 triliun.
Baca Juga
Penurunan Saham Astra (ASII) Parah! Bagaimana Fundamentalnya?
Kenaikan laba tersebut dipengaruhi atas penurunan beban dari Rp 24,01 triliun menjadi Rp 17,32 triliun. Sedangkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik dari Rp 1,02 triliun menjadi Rp 1,43 triliun. Sedangkan laba per saham naik dari Rp 178 menjadi Rp 226 per saham.

