Usai Saham DSSA dan GEMS Terbang, Giliran Saham Smart (SMAR) dengan Target Harga Rp 6.000
JAKARTA, investortrust.id – Usai saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) melesat, kini giliran saham emiten yang dikendalikan Sinarmas PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) atau Smart bangkit menuju level Rp 6.000.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham SMAR relative masih bergerak stagnan sepanjang tahun 2024 berjalan atau year to date. Saham SMAR baru naik tipis dari level penutupan akhir tahun lalu Rp 4.000 per menjadi Rp 3.770 per saham akhir pekan lalu. Bandingkan dengan saham DSSA yang telah melesat sebanyak 712% ytd dan saham GEMS melambung sebanyak 141% ytd.
Baca Juga
Usai DSSA, Giliran Saham Emiten Sinarmas Ini (GEMS) Terbang ARA
Terbukanya peluang penguatan saham SMAR didukung sejumlah faktor, yaitu lompatan kinerja keuangan perseroan sepanjang semester I-2024. Penjualan bperseroan melambung dari Rp 32,61 triliun menjadi Rp 35,89 triliun. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik dari Rp 284,21 miliar menjadi Rp 423,33 miliar, sehingga laba per saham perseroan naik dari Rp 99 menjadi Rp 147 per saham.
Penguatan harga saham SMAR juga didukung peluang dilakukannya pemecahan nilai nominal (stock split) saham guna meningkatkan jumlah saham beredar di bursa efek. Apalagi hingga kini kepemilikan saham publik baru mencpai 7,55% dan mayoritas sahamnya dikendalikan PT Purimas Sasmita sebanyak 92,4%.
Baca Juga
Grup Salim Dikabarkan Berminat Akuisisi Operator Seluler Hasil Merger XL Axiata-Smartfren
Selain itu, Smart (SMAR) memiliki aset berlimpah mencapai Rp 41,05 triliun dan ekuitas senilai Rp 19,31 triliun. Nilai tersebut jauh di atas kapitalisasi pasar (market cap) SMAR baru mencapai Rp 10,83 triliun. Dengan fundamental kuat tersebut terbuka peluang kenaikan harga saham ini ke level Rp 6.000 dalam waktu dekat. Secara teknikal, saham SMAR mulai menunjukkan pola penguatan hingga 10% dalam sebulan terakhir.
Grafik Saham SMAR

