Saham Melesat 560%, Simak Target-target Darmi Bersaudara (KAYU) Berikut
JAKARTA, Investortrust.id – Harga saham PT Darmi Bersaudara Tk (KAYU) telah melesat melesat lebih dari 560% terhitung sejak perdagangan sahamnya dibuka kembali (unsuspend) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) per 6 April 2023.
Saham ini sempat mengalami suspend perdagangan di Bursa sejak 16 Febuari hingga 5 April 2023. Suspend dipicu atas belum dibayarkannya annual listing fee dan denda. Saat mengalami suspen, harga saham KAYU sudah bertengger di level Rp 50 per saham.
Dengan demikian harga saham KAYU telah melesat dari level Rp 50 pada 6 April 2023 hingga Rp 330 pada penutupan perdagangan saham di BEI sesi I, Senin (11/9/2023). Artinya harga saham lima bulan, saham KAYU telah melambung 560%.
Baca Juga
Hubungan Dagang AS-China Masih Membara, Biden Tuding Beijing Ubah “Aturan Main”
Bagaiman prospek perseroan? Berdasarkan data laporan keuangan Darmi Bersaudara disebutkan bahwa penjualan justru anjlok dari Rp 10,57 miliar pada semester I-2022 menjadi Rp 3,42 miliar pada semester I-2023. Penurunan tersebut memicu laba bersih turun dari Rp 530,57 juta menjadi Rp 47,98 juta. Hal ini membuat laba per saham turun dari Rp 0,76 menjadi Rp 0,07 per saham.
Sedangkan dari sisi kepemilikan PT Darbe Putra Makmur bertindak sebagai pemegang 47,94% saham KAYU dan sisanya dimiliki investor publik. Darbe Group awalnya bisnis keluarga di bidang perdagangan kayu tahun 1998 dengan merek dagang Darbe Wood.
Darbe kemudia ekspansi peternakan ayam dan ayam potong hingga melahirkan bran Darbe Meats di bawah naungan PT Darbe Jaya Abadi. Kini, Darbe telah merambah ke berbagai sektor bisnis, seperti food and bavarage (F&B), produk daging, ekspor ikan, dan bisnis lainnya.
Baca Juga
Harga Beras Melambung Terdampak Larangan Ekspor India, Bantuan Dikucurkan untuk 21,3 Juta Keluarga
Manajemen Darmi Bersaudara (KAYU) dalam paparan publik beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa perseroan fokus pemulihan ekspor perseroan secara bertahap dengan acuan 600 kontainer sebagai patokan dalam ekspor yang direncanakan terealisasi pada Juli hingga Desember 2023. Perseroan akan terus meningkatkan penetrasi pasar langsung ke India melalui melalui kantor perwakilan perseroan di India.
Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat mendongkrak penjualan perseroan menjadi Rp 121,576 miliar tahun ini dengan laba kotor sebesar Rp 3,37 miliar, sehingga laba bersih diharapkan mencapai Rp 1,77 miliar. Sedangkan tahun 2024, nilai penjualan diprediksi kembali melesat menjadi Rp 173,65 miliar.

