Suspensi Dicabut, Saham Darmi Bersaudara (KAYU) Anjlok Bentur ARB
JAKARTA, investortrust.id – Saham UKM perdagangan kayu, PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) anjlok hingga membentur auto rejection bawah (ARB) setelah diperdagangkan kembali di pasar saham, Kamis (4/1/2024).
Sesaat setelah perdagangan Sesi I dibuka, saham emiten yang berbasis di Surabaya ini langsung tenggelam sebesar 34,18% ke level 52 per unit.
Sebelum dihentikan BEI, antrian jual saham KAYU tercatat sebanyak 2,3 miliar lembar saham pada harga Rp 52. Sedangkan jumlah volume transaksi sebesar 36 ribu lot.
Baca Juga
IHSG Awal Transaksi Menguat, Saham SICO, APEX, dan PSDN Terbang
Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan saham PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) mulai perdagangan sesi I tanggal 4 Januari 2024.
Pengumuman pembukaan kembali saham emiten berskala kecil menengah ini disampaikan oleh Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Ari
‘’Menunjuk Pengumuman Bursa Peng-SPT-00001/BEI.WAS/01-2024 tanggal 2 Januari 2024 perihal Penghentian Sementara Perdagangan (Suspensi) Saham PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 4 Januari 2024,’’ urai Aji dan Ari dalam pengumuman yang dilansir, Kamis (4/1/2024).
Baca Juga
Diketahui, suspensi dilakukan BEI pada saham KAYU pada perdagangan tanggal 3 Januari 2024 lantasan penurunan komulatif yang signifikan dalam beberapa hari perdagangan sebelumnya.
Pada akhir perdagangan 2 Januari 2024, saham KAYU ditutup pada level Rp 79 per saham. Terjadi penurunan sebesar 71,79% selama lima hari terakhir perdagangan sebelum suspensi. Saham ini bahkan mengalami auto rejection bawah (ARB) selama 6 hari perdagangan sebelum suspensi.
Hingga kuartal III-2023, emiten yang bergerak di bisnis perdagangan kayu ini membukukan pendapatan Rp 5,34 miliar, anjlok dibanding periode yang sama tahun 2022 yang tercatat Rp 19,71 miliar.
Sedangkan laba komprehensif tahun berjalan tercatat hanya Rp 649,66 juta, turun dibanding Rp 1,39 miliar pada kuartal III-2022.

