Nusantara Infrastructure (META) Incar Pertumbuhan 12%, Ini Pendorongnya
JAKARTA, investortrust.id – Emiten pengembang infrastruktur milik Grup Salim, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) membidik pertumbuhan pendapatan 12% disepanjang tahun 2023, atau setidaknya sama dengan pertumbuhan yang diraih perseroan di semester I-2023.
Direktur PT Nusantara Infrastructure Tbk, Omar Dany Hasan, mengatakan, pihaknya optimistis target pertumbuhan 12% tercapai, terlebih ruas tol perseroan di Makassar baru saja mendapat penyesuaian tarif, tepatnya 29 September 2023.
Selain itu, dari sisi operasional META menyebut terjadi peningkatan traffic kendaraan yang melintas di jalan tol milik Perseroan. Begitu juga dengan bisnis energi terbarukan dan water treatment yang mengalami pertumbuhan pendapatan.
Lebih lanjut Dany optimistis dalam jangka panjang, pendapatan Perseroan akan meningkat lebih tinggi seiring akuisisi 40% jalan layang Cikampek (Tol Mohammed Bin Zayed/MBZ) yang dilakukan awal tahun 2023.
Baca Juga
Penggalangan Premi Asuransi Melambat, Rp 203,42 Triliun per Agustus 2023
“Kita akan mulai melihat kontribusi cukup baik katas Langkah akuisisi tol MBZ pada tahun 2024,” papar Dany Hasan dalam acara Paparan Publik Insidentil yang berlangsung secara daring dari Jakarta, Selasa (10/10/2023).
Sejauh ini kata Hasan, performa kinerja Perseroan masih pada jalur positif, kendati Perseroan masih menderita rugi bersih. “Kita jangan hanya lihat dari satu aspek (bottom line), tapi dari banyak aspek seperti pertumbuhan aset kita yang signifikan dari sekitar Rp 4 triliun menjadi Rp 11 triliun,” imbuhnya.
Sebagai catatan, pada semester I-2023, META tercatat menelan rugi bersih Rp 110,48 miliar. Angka ini membengkak dari posisi laba bersih Rp 35,37 miliar pada periode yang sama tahun 2022.
Baca Juga
Fasilitas Green Hidrogen PLN Beroperasi, Bisa Produksi 51 Ton Hidrogen per Tahun
Manajemen META menyebut, rugi bersih yang diderita merupakan dampak dari akuisisi Tol MBZ, karena perusahaan harus mendapatkan pendanaan dari ekuitas maupun pinjaman bank.
Pada sisi lain, pendapatan META tercatat meroket 113,91% secara year-on-year (YoY) menjadi Rp 851,16 miliar enam bulan pertama 2023, dibanding periode sama 2022 sebesar Rp 397,89 miliar.
Dari sisi operasional, META mencatat kenaikan rata-rata jumlah traffic per hari dari 177 ribu kendaraan di semester I-2022, meningkat menjadi 198 ribu atau naik 11,5%.
Sementara dari bisnis water treatment mengalami sedikit penurunan dari 24 juta liter per hari pada semester I-2022, menjadi 23 juta semester I-2023. Kemudian bisnis energi terbarukan mengalami kenaikan 23%, naik average 18,4 MW menjadi 22,7 MW di semester I-2023.
Terkait belanja modal, setahun terakhir META menganggarkan sebesar Rp 1,4 triliun, anggaran tersebut sudah teralisasi 100%, di mana proyek tol mendapat alokasi capex terbesar.
