IHSG Bisa Koreksi, Hindari Saham PGAS, GGRM, dan ADRO
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (31/10/2023), masih memiliki potensi lanjutkan penurunan menuju level support berikutnya 6.600-6.620. Meski demikian potensi rebound menguji resisten jangka pendek area 6.800-6.820.
Baca Juga
IHSG kemarin ditutup terkoreksi sebanyak 22,9 poin (0,34%) menjadi 6.735,89. Pemodal asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 370,91 miliar. Penjualan terbanyak melanda saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) senilai Rp 209,63 miliar.
Sedangkan bursa saham Wall Street ditutup melesat dengan kenaikan tertinggi melanda indeks Dow Jones sekitar 1,58%, kemudian indeks Nasdaq menguat 1,16%, dan indeks S&P500 melesat 1,20%.
Baca Juga
Pembiayaan Tumbuh 81% Tapi Bank Aladin (BANK) Masih Rugi Rp 145,74 Miliar
Di tengah peluang pergerakan pelemahan atas IHSG lebih lanjut, BRI Danareksa Sekuritas merkomendasikan trading buy saham AMRT dengan kisaran pergerakan Rp 2.780 – 3.100, saham AKRA dengan kisaran pergerakan Rp 1.380 – 1.600, dan CPIN diperkirakan bergerak dalam rentang Rp 4.980 – 5.975.
Sebaliknya tiga saham ini direkomendasikan sell oleh BRI Danareksa Sekuritas, yaitu saham PGAS dengan kisaran pergerakan Rp 1.200 – 1.390, saham GGRM dengan kisaran pergerakan Rp 22.000 – 25.100, dan saham ADRO dengan kisaran pergerakan Rp 2.400 – 2.880.

