Meski Pasar masih Bergejolak, Saham BMRI, MEDC, ADRO, ISAT, dan GGRM Diprediksi Tetap Cuan
JAKARTA, Investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas menjagokan saham sektor telekomunikasi, minyak dan gas (migas), dan sektor batubara menjadi pilihan. Saham sektor konsumer dan rokok juga bisa menjadi pilihan.
Pilihan utama sejumlah sektor tersebut telah mempertimbangkan potensi pergerakan indeks bursa saham global masih melambat bersamaan dengan peningkatan risk premium berinvestasi di saham. Hal ini dipengaruhi atas kondisi geopolitik dunia dan ketidakpastikan ekonomi global.
Baca Juga
Jelang Kuartal Akhir 2024, Cermati Saham Emiten Peternakan Ayam Ini
Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan mengatakan, koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) sebanyak 1,1% sepanjang pekan lalu membuat PE ke level 13,1 kali.
PE tersebut jauh di bawah bursa saham Asia lainnya yang juga terkoreksi periode tersebut dengan rata-rata PE masih mencapai 13,6 kali dan perkiraan pertumbuhan EPS sebanyak 9%.
“Kami juga memangkas target pertumbuhan EPS emiten di Indonesia menjadi 6,3 kali, dibandingkan consensus Blogger sektiar 7,4%,” terangnya dalam riset yang diterbitkan hari ini.
Sedangkan target IHSG dengan skenario terbaik menuju rentang 7.320 dengan estimasi PE mencapai 13,8 kali. Hal ini didukung pertumbuhan kinerja emiten yang pesat.
Baca Juga
Prospek Saham Gudang Garam (GGRM) Menguat Didukung Dua Faktor Ini
Saat kondisi pasar demikian, Erindra menjagokan, saham migas, batubara, dan konsumer. “Kami meyakini penjualan emiten rokok cenderung melampaui perkiraan pada kuartal III dan IV tahun ini, menyusul kampanye politik,” terangnya.
Sedangkan saham pilihan teratas dari sejumlah sektor tersebut adalah BMRI, MEDC, ADRO, ISAT, dan GGRM. Kelima saham tersebut direkomendasikan beli dengan potensi penguatan lebih lanjut.

