Arwana Citramulia (ARNA) Bidik Pertumbuhan Penjualan 7,6%, Ini Strateginya
SERANG, investortrust.id - PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) membidik penjualan bersih sebesar Rp 2,64 triliun tahun ini, atau naik sebesar 7,8% dibanding penjualan 2023 sebesar Rp 2,447 triliun. Hal ini didorong dengan bertambahnya pabrik baru dengan nilai yang lebih tinggi.
Chief Financial Officer (CFO) Arwana Citramulia, Rudy Sujanto mengatakan, sejak triwulan pertama 2023 ARNA sudah mengoperasikan pabrik baru Plant 5C, yang memproduksi produk keramik yang bernilai tambah lebih tinggi, yaitu produk bermerek ARNA Solitaire.
Baca Juga
Putuskan Bagi Dividen Rp 315 Miliar, Segini Dividend Yield Arwana (ARNA)
“Output dari pabrik ini tercatat meraih penjualan sebesar 2,71 juta m2 dengan total nilai penjualan sebesar Rp 205,78 miliar,” kata Rudy saat Paparan Publik Perseroan di Plant 2 Serang, Banten, Kamis (28/3/2024).
Selain itu, Perseroan sedang menjalankan ekspansi dengan membangun pabrik Plant 4C dan Plant 4D di Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Pasar bahan bangunan yang relatif lebih lesu di tahun 2023 menyebabkan penjualan relatif melemah dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, manajemen PT Arwana Citramulia Tbk mencanangkan untuk meraih hasil yang lebih baik di tahun 2024.
Lebih lanjut, kata Rudy, output-nya diharapkan akan semakin memperkuat profitabilitas perusahaan ke depannya. Plant 4C diproyeksikan akan selesai dan mulai beroperasi di tahun 2025.
Baca Juga
Prospek Jangka Panjang Kuat, Begini Rekomendasi dan Target Harga Arwana (ARNA)
Selain itu, keterlibatannya terhadap pemasok Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, ini membangkitkan optimisme Perseroan untuk mendongkrak segmen penjualan di industri bahan bangunan nasional, khususnya ubin keramik nasional.
Pada kesempatan yang sama, Chief Operating Officer Arwana Citramulia, Edy Suyanto menjelaskan pihaknya saat ini tak hanya ekspor penjualan ke negara Malaysia dan Thailand namun, ke Filipina dan Mauritius juga.
RUPST 2023 PT Arwana Citramulia Tbk juga memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp 43 per lembar saham atau payout ratio
sebesar 71%, serta menunjuk Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro dan Surja sebagai auditor untuk tahun buku 2024. (CR-5)
Baca Juga
Dukungan Pemerintah yang Bikin Prospek Arwana (ARNA) Menggiurkan

