Meski Dipangkas, Potensi Cuan Saham Arwana Citramulia (ARNA) masih Besar
JAKARTA, Investortrust.id – Prospek penjualan keramik PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) cenderung tren dalam beberapa bulan terakhir hingga tahun 2024 dengan tingkat persainan relatif lebih longgar. Sedangkan aksi pembelian kembali (buyback) saham dengan target harga Rp 150 miliar diharapkan menjadi sentimen pendorong harga sahamnya.
Analis RHB Sekuritas Indonesia Ryan Santoso dan Andrey Wijaya mengatakan, tren perbaikan volume penjualan perseroan sudah terlihat sejak Agustus tahun ini dengan kenaikan 7,2% menjadi 5,34 juta meter persegi, dibandingkan bulan sebelumnya. Realisasi tersebut lebih tinggi 76,8% dari volume penjualan terendah perseroan sepanjang tahun ini.
Baca Juga
IHSG Bergerak Sideways, Pantau Saham KLBF, TBIG, BANK dan NSSS
“Peningkatan volume penjualan bulanan tersebut ditopang atas peningkatan belanja mayarakat, terutama dari segmen pasar pendapatan bawah,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan, Kemarin.
Meski menunjukkan tren peningkatan, RHB Sekuritas menyebutkan, rendahnya tingkat penjualan perseroan sepanjang paruh pertama tahun ini belum bisa diimbangi dengan kenaikan penjualan bulanan akhir-akhir ini.
Hanya saja, terang riset tersebut, potensi pertumbuhan mulai terlihat memasuki kuartal III-2023 dan diharapkan berlanjut hingga kuartal IV-2023. Begitu juga dengan pertumbuhan tahun 2024 diharapkan berlanjut, seiring dengan peningkatan daya beli Masyarakat.
Baca Juga
Penguatan Berlanjut, Dua Emiten Prajogo Pangestu Ini Masuk Jajaran Top 10 Market Cap di BEI
“Kami juga meyakini upaya pemerintah untuk memproteksi produsen keramik lokal dengan mengurangi persaingan dari keramik impor bisa berimbas positif terhadap perseroan,” terangnya.
Meski demikian lemahnya perolehan kinerja keuangan perseoran sepanjang paruh pertama tahun ini mendorong RHB Sekuritas untuk memangkas turun target pertumbuhan laba bersih perseroan tahun 2023-2024.
RHB Sekuritas memangkas target pertumbuhan laba bersih perseroan tahun ini dari Rp 524 miliar menjadi Rp 450 miliar. Begitu juga dengan perkiraan laba bersih tahun 2024 direvisi turun dari semula Rp 612 miliar menjadi Rp 547 miliar.
Baca Juga
Revisi turun prospek kinerja keuangan tersebut mendorong RHB Sekuritas memangkas turun target harga saham ARNA dari semula Rp 1.100 menjadi Rp 1.050. Dengan harga penutupan saham ARNA Rp 760 kemarin, potensi cuan masih besar mencapai 38,15%.

