Saham Anjlok, Kinerja Widiant Jaya (WIDI) Tersengat Sentimen Pemilu dan IKN
JAKARTA, investortrust.id – Volatilitas saham PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (WIDI) belum kunjung reda pasca pembukaan suspensi perdagangan saham, 10 Oktober 2023.
Diketahui, WIDI listing di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2023 lalu, sejak itu harga sahamnya terus mengalami tekanan. Dalam rangka cooling down, BEI terpaksa melakukan suspensi saham WIDI pada 6 Oktober 2023 dan kembali dibuka 10 Oktober 2023.
Suspensi tidak mujarab, saham emiten yang bergerak di bisnis rental alat berat ini terus menerus turun, bahkan ambles menembus auto rejection bawah (ARB). Saat ini harga saham WIDI terkunci di level Rp 45. Antrian jual saham tampak masih mengular.
Terkait kondisi ini, BEI meminta Manajemen WIDI melakukan Paparan Publik Insidentil dan telah digelar, Jumat pagi, (13/10/2023).
Baca Juga
Tebar Dividen, Ternyata Target Harga Saham Emiten Crazy Rich Hermanto Tanoko (AVIA) Masih Jauh
Dalam paparan publik itu, Direktur Utama WIDI, Bernard Widianto, mengakui, kondisi bisnis Perseroan tengah susut. Sentimen Pemilu dia tuding sebagai salah satu faktor penggerus kinerja Perseroan. Selain itu, gegap-gempita pembangunan IKN Nusantara menjadi salah dua faktor.
‘’Pemindahan proyek lebih difokuskan ke pembangunan IKN dan luar Pulau Jawa. Sehingga customer lebih memilih sewa alat berat di lokasi tersebut mengingat biaya mob demob yang lebih terjangkau,” ucap Bernard dalam paparan publik tersebut.
Kendati begitu, Manajemen WIDI tidak mau berpangku tangan. Untuk meningkatkan penjualan, WIDI bermaksud menerapkan beberapa strategi, termasuk mendapatkan pelanggan baru dan memperluas jangkauan operasional. ‘’Kami berupaya menjaga tingkat penyewaan peralatan berat di atas 85%,’’ ujarnya.
Untuk memikat pelanggan, beragam jenis peralatan berat yang dimiliki akan dipastikan tetap dalam kondisi prima, selain terus memprioritaskan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Baca Juga
Sementara terkait kinerja, hingga periode semester I-2023, WIDI mencacatkan penurunan pendapatan sebesar 13,45% year on year menjadi Rp 3,29 dibandingkan dengan periode 30 Juni 2022 yang sebesar Rp3,81 miliar.
Kendati pendapatan turun, WIDI mampu menekan posisi rugi bersih yang diderita menjadi Rp 65,33 juta pada 30 Juni 2023. Posisi rugi bersih sebesar periode 30 Juni 2022 tercatat Rp 80,94 juta.
“Kami berhasil menekan kerugian di angka Rp 15,60 juta di tahun ini,” ujar Bernard.
Sementara posisi aset perusahaan mengalami peningkatan yang signifikan. WIDI mencatat total aset sebesar Rp 16,01 miliar pada 30 Juni 2023, menandai kenaikan sebesar Rp3,42 miliar atau 27,15% dibandingkan dengan periode 30 Juni 2022 di angka Rp 12,59 miliar, terutama karena penambahan setoran modal dan penambahan aset tetap. (CR-3)

