Harga Terjerembab, Saham Widiant (WIDI) Kembali Disuspensi
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (WIDI). Suspensi ini merupakan yang kedua kalinya akibat penurunan drastis harga saham perusahaan rental alat berat ini.
Berdasarkan data BEI, saham WIDI telah anjlok 46,15% sepanjang Oktober 2023. Saham ini turun dari level Rp 91 pada akhir September 2023 menjadi Rp 49 pada penutupan akhir pekan lalu. Bahkan, jika dihitung sejak akhir Agustus 2023 level Rp 242 telah terjadi penurunan hingga 79,75%.
Dipicu penurunan harga, BEI sebelumnya telah sempat menghentikan sementara perdagangan saham WIDI pada 9 Oktober. Meski demikian, saham WIDI kembali anjlok usai dihentikan sementara hingga penutupan akhir pekan lalu.
“Penghentian sementara perdagangan saham WIDI dan WIDI-W di pasar regular dan tunai mulai sesi I pada 16 Oktober hingga pengumuman bursa lebih lanjut. Penghentian dipicu penurunan harga kumulatif yang siginfikan,” tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A dalam keterangan resmi, Senin (16/10/2023).
Sebelumnya, manajemen Widiant berharap dapat menggenggam proyek sebesar Rp 3 miliardalam waktu dekat. Penetrasi pasar ke luar Jabodetabek hingga luar Pulau Jawa tengah digencarkan.
Direktur Utama Widiant Jaya (WIDI) Bernard Widiantomengatakan, sebagian dari target proyek sudah diperoleh dan sedang dikerjakan, namun sebagian lainnya dianggap masih potensi, lantaran terjadi penunandaan proyek.
“Sebagian kontrak proyek sudah ditandatangani, tapi belum dikerjakan karena ada overtime,” papar Bernard, saat paparan publik insidentil yang digelar Perseroan secara online dari Jakarta, Jumat, (13/10/2023).
Penundaan sejumlah proyek berdampak pada tidak tercapainya target kinerja keuangan WIDI.
Sedangkan guna memperbaiki kinerja perseroan di masa datang, WIDI sedang menjajaki peluang proyek-proyek potensial di luar Jabodetabek, diantaranya di Tegal, Jawa Tengah hingga Pulau Sulawesi.
“Kami sedang jajaki di beberapa daerah. Kami harap bulan depan sudah bisa mengirim beberapa unit (alat berat) ke wilayah Sulawesi,” kata Bernard.

