Gara-gara Saham Emiten Prajogo, IHSG Berbalik Melesat ke Level Tertinggi 2023
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (7/12/2023), berbalik melesat 47,22 poin (0,67%) ke level tertinggi baru tahun ini 7.134,62 dengan nilai transaksi Rp 12,27 triliun.
IHSG sesi I sempat ditutup melemah 17,43 poin menjadi 7.069,97, namun memasuki pertengahan sesi II terjadi pembalikan arah setelah saham-saham emiten Prajogo Pangestu melesat.
Baca Juga
Garap Panas Bumi Way Ratai, PGEO dan Chevron Bentuk Anak Usaha
Berdasarkan data BEI, kenaikan indeks hanya ditopang penguatan dua sektor saham, yaitu saham sektor material dasar 4,06% dan sektor infrastruktur 3,08%. Sedangkan sisanya mencatatkan penurunan saham sektor Kesehatan turun 1,58%, sektor property 1,23%, sektor teknologi 0,73%, sektor transportasi 0,63%, dan sektor energi 0,74%.
Faktor utama pendorong kenaikan indeks datang dari saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) naik hingga auto reject atas (ARA) Rp 870 (25%) menjadi Rp 4.350, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik Rp 290 (22,14%) menjadi Rp 1.600, dan PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) menguat Rp 550 (7,64%) menjadi Rp 7.750. Dampak ketiga saham ini besar, karena tiganya masuk dalam daftar top 10 market cap terbesar di BEI.
Baca Juga
Saham lainnya yang mencatatkan lompatan harga, yaitu saham PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) naik Rp 38 (16,28%) menajdi Rp 272, PT Petrosea Tbk (PTRO) naik Rp 900 (14,29%) menajdi Rp 7.200, dan PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) menguat Rp 18 (17,14%) menjadi Rp 123.
Sebaliknya penurunan melanda saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), PT Eratex Djaja Tbk (ERTX), PT Aesler Gurp Internasional Tbk (RONY), PT Metro Realty Tbk (MTSM), dan PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU).
