IHSG Berakhir di Zona Merah, Tapi Saham IDPR dan POLU Terbang
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/3/2024), ditutup terkoreksi 12,1 poin (0,16%) menjadi 7.365,66. Pergerakan indeks dalam rentang 7.330-7.377 dengan nilai transaksi Rp 8,99 triliun.
Penuruan ini dipciu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor transportasi 3,02%, sektor industri 0,57%, sektor properti 0,62%, sektor konsumer non primer 0,35%, dan sektor material dasar 0,38%.
Baca Juga
Lampaui Target Pemerintah, Portofolio Kredit UMKM BRI Tembus 84,38%
Sebaliknya penguatan melanda saham sektor konsumer primer 0,83%, sektor energi 0,62%, sektor teknologi 0,41%, sektor kesehatan 0,25%, dan sektor keuangan 0,01%.
Meski IHSG koreksi, kedua saham ini cetak lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) naik Rp 49 (34,51%) menjadi Rp 191 dan PT Golden Flower Tbk (POLU) menguat Rp 119 (25%) menjadi Rp 595.
Penguatan juga melanda saham PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) naik Rp 175 (17,95%) menjadi Rp 1.150, PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) naik Rp 30 (13,51%) menjadi Rp 252, dan PT Satria Andalan Prima Tbk (SAPX) naik Rp 70 (10,22%) menjadi Rp 755.
Baca Juga
Meski Pendapatan Naik, Laba Citra Borneo (CBUT) justru Turun, Kok Bisa?
Sebaliknya penurunan melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Wahana Intefood Nusantara Tbk (COCO), PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), dan PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS).
IHSG kembari ditutup berbalik menguat 27 poin (0,38%) menjadi 7.3777 didukung penguatan sebanyak 258 saham. Sedangkan 351 saham melemah dan sebanyak 315 saham tak berupah. Asing mencatatkan penjualan bersih.
Kondisi berbeda dicatatkan bursa Wall Street dengan pelemahan, yaitu Dow Jones terkoreksi 0,41%, S&P500 melemah 0,31%, dan penurunan paling rendah dicatatkan indeks Nasdaq sebanyak 0,27%.

