Pertamina Geothermal (GPEO) masih Sisakan Dana IPO Saham Jumbo, Nilainya Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Geothermal Tbk (PGEO) masih menyisakan dana perolehan penerbitan saham baru (initial public offering/IPO) saham senilai Rp 5,83 triliun. Sedangkan total dana yang terserap baru mencapai Rp 2,84 triliun.
Baca Juga
PGEO sebelumnya merampungkan IPO saham dengan total dana perolehan Rp 9,056 triliun. Saat itu, perseroan melepas sebanyak 10,35 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 875 per saham dan listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 Februari 2024.
IPO saham PGEO tercatat sebagai terbesar ketiga setelah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan perolehan dana IPO Rp 10,73 triliun dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) hampir Rp 10 triliun.
PTHN Direktur Keuangan Pertamina Geothermal (PGEO) Ahmad Yani mengatakan, PGEO telah menggunakan dana IPO saham berkisar Rp 283,10 miliar untuk biaya panawaran umum, pelunasan utang senilai Rp 1,53 triliun, dan senilai Rp 1,31 triliun untuk belanja modal hingga akhir 2023.
Baca Juga
Luncurkan Moka Prime, GoTo Optimistis Bisnis Kasir Digital Tumbuh
“Dengan perolehan dana IPO saham senilai Rp 9,056 triliun setelah dikurangi realisasi penggunaan dana, total dana tersisa Rp 5,93 triliun,” tulisnya dalam penjelasan resminya di BEI, Senin (15/1/2024).
Perseroan menargetkan sekitar Rp 7,24 triliun dana IPO saham akan dimanfaatkan untuk belanja modal. Sedangkan sisanya untuk melunasi utang sebesar Rp 1,53 triliun.

