Hingga Akhir 2023, GOTO masih Sisakan Perolehan Dana IPO Saham Rp 3,12 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih menyisakan dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham senilai Rp 3,12 triliun hingga akhir tahun 2023.
Dengan demikian total dana yang sudah terserap telah mencapai Rp 10,45 triliun terhitung sejak menggelar IPO saham pada 30 Maret 2022. Saat itu, perseroan berhasil meraup dana bersih senilai Rp 13,57 triliun.
Direktur GOTO Wei Jye Jacky Lo mengatakan, dana yang terserap tersebut terdiir atas modal kerja senilai Rp 3,67 triliun, penyertaan ke PT Tokopedia Rp 4,07 triliun, dan penyertaan ke PT Dompek Anak Bangsa Rp 2,15 triliun.
Baca Juga
Mantan CEO Andre Soelistyo Kembali Lepas Ratusan Juta Saham GOTO
Dana tersebut juga digunakan penyertaan ke Digital Singapore Pte LTd senilai Rp 274,86 miliar dan Viet Technology Trading Joint Stock senilai Rp 273,96 miliar. “Dengan demikian sisa dana hasil IPO saham yang belum digunakan mencapai Rp 3,12 triliun,” dalam keterangan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (12/1/2024).
Terkait harga saham GOTO, tiga perusahaan sekuritas sebelumnya memasang rekomendasi saham GOTOdengan target harga bervariasi dalam kisaran Rp 125-150. Target harga tersebut sebagai pandangan positif masuknya TikTok melalui akuisisi sebanyak 75% saham Tokopedia.
Mandiri Sekuritas Jennifer Audrey Harjono dan Adrian Joezer dalam riset merekomendasikan beli saham GOTO dengan target harga Rp 130 per saham.
Baca Juga
Bisnis Emiten Teknologi Digital Prospektif, Mirae Jagokan BUKA dan GOTO
Begitu juga analis Ciptadana Sekuritas Gani mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 150 per saham. Target harga tersebut mempertimbangkan potensi kenaikan biaya jasa yang didapatkan GOTO dari Tokopedia, seiring dengan peningkatan GTV setelah Tiktok masuk.
Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis menetapkan saham GOTO sebagai pilihan teratas untuk saham sektor teknologi yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Target saham GOTO direvisi naik menjadi Rp 125 per saham.

