BEI Buka Kembali Transaksi Saham Golden (POLU), Sebaliknya Sumber Energy (SGER) Disuspensi
JAKARTA, Investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka suspensi perdagangan saham PT Golden Flower Tbk (POLU). Sebaliknya transaksi saham PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) dihentikan sementara (suspend) mulai perdagangan sesi I, Jumat (22/9/2023).
Kemarin, perdagangan saham POLU dihentikan sementara atau suspensi perdagangan saham PT Golden Flower Tbk (POLU) pada Kamis (21/9/2023). Suspensi tersebut dalam rangka cooling down setelah harga saham POLU melesat 162% sepanjang September 2023.
Baca Juga
Jelang Akhir Pekan, IHSG Cenderung Mixed dengan Pilihan Tiga Saham Ini
“Suspensi atas perdagangan saham POLU di pasar regular dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I 22 September 2023,” tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A dalam pengumuman resminya.
Golden Flower adalah perusahaan manufaktur dan pengekspor garmen Indonesia. Perseroan memiliki 8 fasilitas produksi yang berada di kawasan berikat (bonded zone) dan menempati tanah seluas 8 hektare dengan total karyawan sekitar 3500 orang.
Suspensi SGER
Sebaliknya, BEI menghentikan transaksi saham SGER dipicu lonjakan harga kumulatif dalam beberapa hari terakhri. Suspensi yang dilakasanakan mulai sesi I perdgangan saham 22 Septembter 2023 tersebut dalam rangka cooling down.
“Penghentian sementara perdagangan saham SGER dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya pada saham SGER,” Yulianto dan Pande.
Baca Juga
Berdasarkan data BEI, harga saham SGER telah melesat dari level penutupan akhir Agustus 2023 senilai Rp 1.385 menjadi Rp 2.300 pada penutupan kemarin atau terjadi lompatan harga 66,06%.
SGER sebelumnya baru saja membagikan dividen dengan nilai Rp 28 per saham. Hingga Juni 2023, perseroan membukukan lompatan pendapatan dari Rp 3,55 triliun menjadi Rp 6,03 triliun. Sedangkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik dari Rp 476,17 miliar menjadi Rp 611.65 miliar.

