BEI Kembali Suspensi Transaksi Saham Golden Flower (POLU)
JAKARTA, Investortrust.id –Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara atau suspensi perdagangan saham PT Golden Flower Tbk (POLU) pada Kamis (21/9/2023). Suspensi kali merupakan yang kedua dalam sepekan terakhir.
Suspensi pertama saham POLU telah dilaksanakan pada 6 September 2023, seiring lompatan harga saham perusahaan tersebut.
Baca Juga
Suspensi POLU kali ini juga terkait dengan lonjakan harga saham POLU sepanjang September 2023 berjalan mencapai 162%. Sedangkan perdagangan POLU kemarin ditutup auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 130 (24,76%) menjadi Rp 655.
“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham POLU, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham POLU dalam rangka dalam rangka cooling down pada 21 September 2023,” Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A dalam penjelasan resminya yang ditandatangani di Jakar, kemarin.
Golden Flower adalah perusahaan manufaktur dan pengekspor garmen Indonesia. Perseroan memiliki 8 fasilitas produksi yang berada di kawasan berikat (bonded zone) dan menempati tanah seluas 8 hektare dengan total karyawan sekitar 3500 orang.
Baca Juga
Dua Pekan Transaksi Saham Golden Flower (POLU) Terbang 162%, Ternyata Masih Merugi
Perseroan menyebutkan bahwa sebanyak 85% ekspor perseroan ditujukan ke pasar Amerika Serikat, Eropa, Kanada, Australia, Afrika Selatan, Jepang, dan negara Asia lainnya. Sedangkan bertindak sebagai pengendali perseroan adalah PT Profashion Apparel dengan kepemilikan 79,99% saham.
Terkait kinerja keuangan, Golden Flower ternyata masih merugi hingga keuangan kuartal I-2023, Rugi operasi diderita sebesar Rp2,59 miliar usai meraih laba operasi Rp2,13 miliar tahun sebelumnya. Rugi sebelum pajak penghasilan diderita Rp3,27 miliar dari laba sebelum pajak penghasilan Rp1,81 miliar tahun sebelumnya.
Baca Juga
Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Trading 21 September 2023
Rugi bersih diderita Rp 3,27 miliar dari laba bersih Rp1,81 miliar. Sedangkan total aset mencapai Rp222,95 miliar hingga periode 31 Maret 2023 naik dari total aset Rp209,34 miliar hingga periode 31 Desember 2022.

