Jelang Listing BREN, Tiga Saham Emiten Prajogo Pangestu Ini Melesat
JAKARTA, Investortrust.id – Jelang listing perdana saham PT Barito Renewable Energy (BREN) pada Senin (9/10/2023), tiga saham perusahaan milik Prajogo Pangestu ini, PT Barito Pacifik Tbk (BRPT), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), ditutup melesat akhir pekan ini.
Berdasarkan data perdaganganan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/10/2023), saham BRPT melesat Rp 100 (7,97%) menjadi Rp 1.355. Penguatan tertinggi melanda saham BRPT yang bertindak sebagai induk usaha BREN. Sedangkan saham CUAN naik Rp 30 (1,13%) menjadi Rp 2.680. Begitu juga dengan saham TPIA naik tipis Rp 10 (0,37%) menjadi Rp 2.740.
Baca Juga
Barito Renewables (BREN) Masuk Masa Penawaran IPO, Rp 780 Dianggap Premium
Sebagaimana diketahui BREN akan listing saham di BEI Senin (9/10/2023) setelah menuntaskan penawaran umum perdana (IPO) saham dengan harga pelaksanaan Rp 780 per saham. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah BNI Sekuritas.
Berdasarkan data, permintaan saham Barito Renewable (BREN) disebut mengalami kelebihan (oversubscribed) lebih dari 135 kali dari total porsiminimum pooling. Sedangkan total dana yang diraup dari aksi korporasi ini Rp 3,13 triliun.
Baca Juga
Harga IPO Rp 780, Market Cap Barito Renewables (BREN) Langsung Gusur GOTO
BREN nantinya menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) senilai Rp 104,73 triliun saat listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan akan menempati urutan ke-13 untuk kategori market cap di BEI atau berada di atas PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Rekomendasi Buy
Meski saham BRPT melesat lebih dari 7% sepanjang hari ini, tim riset Samuel Sekuritas sebelumnya menyebutkan bahwa Barito Pacific (BRPT) akan menjadi emiten Prajogo Pangestu yang paling diuntungkan dari IPO saham BREN.
“IPO saham BREN akan menjadi sentimen positif untuk BRPT, sehingga kami mempertahankan rekomendasi beli saham BRPT dengan target harga baru Rp 1.590 per saham,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
IHSG Tutup Pekan dengan Penguatan, Saham IOTF, SKBM, dan UANG Melesat
BREN merupakan anak usaha Barito Pacific (BRPT) dengan kepemilikan sebanyak 66,67% saham. BREN merupakan pembangkit listrik yang fokus pada sektor energi panas bumi (geothermal) dengan tiga wilayah kerja panas bumi. BREN kini memiliki total kapasitas pembangkit listrik 885 MW atau setara dengan 38% dari total kapasitas pembangkit listrik panas bumi di Indonesia.
“Keputusan BRPT untuk melakukan unlock value segmen energi terbarukan serta ekspansi yang terus dilakukan oleh perusahaan mendorong kami merekomendasikan beli saham BRPT,” terangnya.

