Laba Bersih Vale (INCO) Melesat 36,89% di 2023
JAKARTA, investortrust.id – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan lonjakan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk 36,89% dari US$ 200,31 juta menjadi US$ 274,33 juta. Lonjakan laba tersebut berimbas terhadap peningkatan laba per saham perseroan dari US$ 0,0202 menjadi US$ 0,0276.
INCO dalam laporan kinerja keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (11/2/2024) menyebutkan, pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan perseroan dari US$ 1,17 miliar menjadi US$ 1,23 miliar. Kenaikan tersebut berimbas terhadap pertumbuhan laba usaha dari US$ 272,02 juta menjadi US$ 302,15 juta.
Baca Juga
Pengumuman! Produksi Nikel Vale Indonesia (INCO) Naik 18% di 2023
Pertumbuhan laba bersih juga didukung atas perolehan keuntungan atas pengakuan nilai wajar aset derivatasi senilai US$ 24,69 juta tahun 2023, dibandingkan tahun lalu yang tidak ada. Begitu juga dengan pendapatan keuangan naik dari US$ 10,69 juta menjadi US$ 35,75 juta.
Perseroan sebelumnya mengumumkan peningkatan produksi nikel matte sebesar 70,728 metrik ton (MT) pada 2023, meningkat 18% secara year on year (yoy) dari produksi tahun 2022.
CEO dan Presiden Direktur Vale Febriany Eddy menyebutkan, pencapaian tersebut sebagai bukti dedikasi, komitmen, dan semangat kolaboratif yang kuat dari seluruh karyawan di perseroan. Vale Indonesia pada kuartal IV-2023 mencapai 19.084 ton nikel dalam matte, atau sekitar 6% dan 18% lebih tinggi dibandingkan volume produksi masing-masing pada kuartal III-2023 dan kuartal IV-2022.
Menurut Febriany, peningkatan tersebut disebabkan strategi pemeliharaan yang kuat, serta peningkatan kinerja di pabrik penambangan dan pengolahan perusahaan sepanjang 2023. Hal ini menyebabkan peningkatan produksi dari kuartal ke kuartal tahun lalu.
Baca Juga
Bangun Pabrik Baterai EV, Ford Resmi Genggam 8,5% Saham Kongsi Vale (INCO)
Sebelumnya, Manajemen Vale Indonesia menyampaikan, pihaknya optimistis profitabilitas perusahaan pada 2024 akan naik atau melebihi tahun ini, meski target jumlah produksi nikel matte dipatok dalam jumlah yang sama atau tetap seperti 2023.
“Kami tetap harus optimistis ya, tidak ada alasan untuk tidak optimistis. Walau harga (nikel) turun, kami melihat biaya produksi juga turun. Kami akan tetap berusaha sekeras mungkin mengoptimalkan produksi sekaligus mengefisienkan biaya sehingga level profitabilitasnya terjaga,” ujar Direktur Keuangan Vale Indonesia Bernardus Irmanto beberapa waktu lalu.

