Vale Indonesia (INCO) Bukukan Laba Bersih US$ 76,1 Juta di 2025, Naik 32%
JAKARTA, investortrust.id – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 32% menjadi US$ 76,1 juta pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 57,76 juta.
Manajemen dalam rilis kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip, Selasa (17/3/2026), disebutkan bahwa peningkatan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan menjadi US$ 990,19 juta pada 2025, naik dari US$ 950,38 juta pada 2024. Namun demikian, laba usaha tercatat menurun dari US$ 63,82 juta menjadi US$ 41,43 juta.
Baca Juga
Target Harga Saham Vale Indonesia (INCO) Layak Direvisi Naik, Ini Dasar Perhitungannya
Dari sisi operasional, pengiriman nikel matte perseroan tercatat meningkat secara moderat menjadi 73.093 ton pada 2025, dibandingkan 72.625 ton pada tahun sebelumnya. Kinerja tersebut mendukung perseroan mempertahankan EBITDA yang solid sebesar US$ 228,2 juta sepanjang 2025.
Secara triwulanan, perseroan mencatat EBITDA sebesar US$ 61,9 juta pada kuartal IV-2025, turun 17% dibandingkan triwulan sebelumnya. Penurunan ini terutama dipicu oleh volume produksi yang lebih rendah.
Sementara itu, harga realisasi rata-rata nikel matte pada 2025 tercatat sebesar US$ 12.157 per ton, turun 7% dibandingkan US$ 13.086 per ton tahun sebelumnya.
Baca Juga
Tata Kelola Investasi dan Hilirisasi Kunci Keluar dari 'Middle Income Trap'
Meski berada dalam lingkungan harga yang lebih lemah, peningkatan tingkat payability nikel matte yang mulai berlaku sejak Juli tahun lalu serta volume pengiriman yang lebih tinggi mendorong total pendapatan perseroan meningkat 4% tahun 2025.
Secara triwulanan, pendapatan perseroan mencapai US$ 284,8 juta pada kuartal IV-2025, meningkat 2% dibandingkan triwulan sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh pemulihan harga nikel yang moderat.
Perseroan menilai capaian tersebut mencerminkan komitmen kuat bersama para pemegang saham dalam menghadapi kondisi pasar yang menantang sekaligus menunjukkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang industri nikel.
Baca Juga
IHSG Berpeluan Teknikal Rebound, Tiga Saham Dipimpin ARCI Layak Dilirik
Dari sisi biaya, meskipun perseroan melaksanakan pemeliharaan besar pada salah satu furnace, Vale Indonesia berhasil mempertahankan unit biaya kas penjualan yang kompetitif sebesar US$ 9.339 per ton pada 2025, lebih rendah dari periode sama tahun sebelumnya US$ 9.374 per ton.
Pencapaian tersebut mencerminkan disiplin biaya yang kuat serta menghasilkan tingkat biaya kas tahunan terendah dalam empat tahun terakhir, turun dari sekitar US$ 11.201 per ton pada 2022.

