Pasar Bergerak Volatile, Surat Utang RI Tenor 2 Tahun Layak Beli
JAKARTA, investortrust.id – Pasar obligasi diramal masih akan bergerak volatil seiring akan dirilisnya data inflasi CPI Amerika Serikat hari Rabu (13/9/2023).
Sebelumnya, pelaku pasar sempat optismisti seiring revisi turun pertumbuhan GDP zona Euro dan Jepang 2Q23. Analis menyebut penurunan proyeksi ini akan meredam kemungkinan naiknya harga minyak mentah global hingga US$ 100 per bbl.
Inflasi AS diperkirakan melonjak naik menjadi 3,6% yoy dari posisi Juli 2023 di angka 3,2% yoy.
Baca Juga
Ada Lagi Obligasi Waskita Karya (WSKT) Mau Jatuh Tempo, Nilainya Hampir Rp1 Triliun
Meski begitu, inflasi inti CPI AS diperkirakan masih akan turun ke 4,3% yoy (Jul: 4,7% yoy) kalau laju inflasi inti bulanan bertahan di 0,2% mom.
Analis Pasar Obligasi Samuel Sekuritas Indonesia Lionel Priyadi mengatakan, selain inflasi AS, volatilitas pasar juga akan dipengaruhi oleh depresiasi CNY yang telah menembus batas intervensi nilai tukar Bank Sentral Tiongkok (PBOC) di 7,34.
Baca Juga
Resmi Listing, Harga Saham Anugerah Spareparts (AEGS) Naik 6%
‘’Kami memperkirakan yield 10Y INDOGB (surat utang pemerintah tenor 10 tahun) akan terkonsolidasi di rentang 6,5-6,6%. Sedangkan, Rupiah masih akan melanjutkan depresiasi menuju rentang Rp 15.300-15.400 per USD hari ini. Kami mempertahankan rekomenasi overweight 2Y INDOGB dengan target yield 6% dan target yield spread INDOGB 10Y vs 2Y di 40 bps (8/9: 26 bps),’’ papar Lionel dalam riset harian yang diterbitkan, Senin (11/9/2023).
Berikut obligasi pilihan Samuel Sekuritas hari ini: FR0040, FR0056, FR0081, FR0084, FR0086, FR0096, FR0097, FR0098.

