Surat Utang Tenor 1 Tahun Meningkat di 2023, Ini Pendorongnya
JAKARTA, Investortrust.id – Hingga bulan November 2023, Penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan tenor 1 tahun atau jangka pendek terus mengalami peningkatan. Sebaliknya, penerbitan berdasarkan tenor 5 tahun dan 7 tahun atau jangka panjang terus mengalami penurunan.
Disampaikan Direktur Utama PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo), Irmawati Amran, obligasi dengan tenor 1 tahun di 2023 tercatat memiliki porsi 30,5% dari total utang yang ada. “Kemudian yang di bawah 1 tahun itu juga sebesar 9,3%,” kata Irmawati Amran pada Pefindo Media Forum 2023 melalui Zoom meeting, Senin (11/12/2023).
Baca Juga
Pefindo Prediksi Pertumbuhan Ekonomi di 2024 di Kisaran 4,8%-5,2%
Sejatinya porsi terbesar ada pada surat utang bertenor 3 tahun dengan porsi hingga November 2023 sebesar 41,8%. Hanya saja jika dilihat dari sisi pertumbuhan, lonjakan paling pesat ada pada surat utang bertenor setahun, yang bergerak melesat dari porsi di bawah 15% di tahun 2017. Sementara pada periode yang sama, surat utang bertenor 3 tahun bergerak tak terlalu jauh dari porsi sekitar 36% pada tahun 2017.
Sementara dari sisi outstanding, maka surat utang bertenor 1 tahun cenderung mengalami penurunan akibat adanya produk yang jatuh tempo.
Lebih banyaknya penerbitan surat utang dengan tenor 1 tahun tersebut menurut Irma merupakan strategi dari emiten yang tengah menunggu periode dengan tingkat kupon yang lebih pasti. Para emiten memprediksi pada tahun berikutnya kupon akan turun dengan semakin membaiknya ekonomi global.
“Emiten berharap pada tahun berikutnya kupon akan turun seiring dengan semakin membaiknya ekonomi global, sehingga emiten cenderung menerbitkan surat utang jangka pendek terlebih dulu,” tutur Irma.
Di sisi lain, pada penerbitan surat utang dengan tenor 5-7 tahun atau jangka panjang terus mengalami penurunan diakibatkan ketidakstabilan ekonomi global. Pada tahun 2023, penerbitan surat utang dengan tenor 5 tahun ada di angka 16,9% dan tenor 7 tahun ada di angka 0,9%.
Baca Juga
Terima Mandat Rp49,54 Triliun, Pefindo Ungkap Potensi Penerbitan Obligasi Kuartal IV 2024
“Penerbitan tenor 5 tahun menurun cukup besar ya, dari tahun sebelumnya 2022 itu di atas 20%, tapi di tahun 2023 ini turun hingga 18,9%,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, Irma mengemukakan bahwa emiten mengeluarkan surat utang jangka pendek terlebih dahulu dengan harapan di tahun depan kupon bisa lebih baik dan stabil.
“Harapannya di tahun depan, kuponnya bisa lebih baik lagi dan stabil,” ungkapnya. (CR-4)

