Potensi Cuan Saham Pertamina Geothermal (PGEO) masih Besar, Berikut Hitungannya
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berada di tengah kondisi paling diuntungkan, seiring upaya pemerintah menggenjot bauran energi terbarukan dari 12% pada 2022 menjadi 29% pada 2030.
Analis Trimegah Sekuritas WIllinoy Sitorus dan Sabrina mengatakan, hal ini membuat tingkat penyerapan listrik yang diproduksi pembangkit geothermal sangat tinggi hingga kini. Bahkan, PGEO berhasil memproduksi listrik sebesar 100,5% dari target kapasitas yang ditetapkan. Angka tersebut sangat tinggi didukung besarnya komitmen pemerintah untuk pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Baca Juga
Lanjutkan Pertumbuhan, Laba Pertamina Geothermal (PGEO) Jadi Segini
Selain faktor tersebut, Sabrina mengatakan, Pertamina Geothermal didukung kapasitas pembangkit besar mencapai 1.877 MW, yaitu sebanyak 672 MW pembangkit sendiri dan sebanyak 1.205 MW pembangkit melalui jointly owned company (JOC).
“Perseroan juga berencana meningkatkan kapasitas pembangkitnya menjadi 1,2 GW dalam 5-8 tahun mendatang. Tahap pertama, PGEO akan menambah kapasitasl sebanyak 340 MW, yaitu sebanyak 175 MW binary dan 165 MW konvensional dalam tiga tahun ke depan,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan ini.
Sedangkan total belanja modal yang dibutuhkan untuk penambahan kapasitas tersebut mencapai US$ 1,9 miliar. “Kami menilai bahwa sebagian pendanaan masih bisa diambil dari dana internal dengan asumsi sekitar 70% pendanaan dari pinjaman dan ekuiti sebanyak 30%,” terangnya.
Baca Juga
Lanjutkan Pertumbuhan, Laba Pertamina Geothermal (PGEO) Jadi Segini
Selain itu, dia mengatakan, PGEO merupakan pengembang pembangkit listrik terbarukan dengan cadangan 2P (proven dan probable) terbesar mencapai 1.865 MW proven, dibandingkan PT Barito Renewables Energy TBk (BREN) sebanyak 1.044 MW. Sedangkan sumber daya mencapai 516 MW PGEO dan 109 MW BREN.
PGEO juga memiliki sumber dana panas bumi yang berada di lokasi paling strategis di Indonesia. “Sejumlah hal mempermudah PGEO untuk menambah kapasitas pembangkit di tengah tingginya dukungan pemerintah terhadap peningkatan bauran energi,” terangnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham PGEO denangan target harga Rp 1.830. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan EV/EBITDA tahun 2024 sekitar 15,6 kali.
Baca Juga
Dirikan Anak Usaha Baru, Saham Barito Renewables (BREN) Sentuh Level Rp 4.000
Berdasarkan datta EV/MW PGEO saat ini terdiskon sekitar 44,9%, dibandingkan perusahaan sejenis di tingkat global, termasuk BRENm dan ENE. Saat ini EV/ME perseroan baru mencapai US$ 5,2 juta, dibandingkan rata-rata perusahaan sejenis sekitar US$ 9,4 juta/MW.
Trimegah Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih PGEO menjadi US$ 149 pada 2023 dan pendapatan diproyeksikan mencapai US$ 415.

