Potensi Cuan Saham Ashmore Asset (AMOR) Masih Ada 47%, Berikut Hitungannya
JAKARTA, Investortrust.id – Performa kinerja keuangan PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) diprediksi lebih rendah tahun 2023, dibandingkan realisasi tahun 2022. Hal ini dipengaruhi atas penurunan asset under management (AUM).
Mandiri Sekuritas memperkirakan laba bersih perseroan turun menjadi Rp 93 miliar tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 118 miliar. Target tersebut mempertimbangkan perkiraan total AUM perseroan senilai Rp 32,6 triliun tahun ini.
Baca Juga
Sedangkan total AUM perseroan hingga akhir semester I-2023 baru mencapai Rp 32,6 triliun. Angka tersebut di bawah raihan tertinggi pada akhir Desember 2021 sebanyak Rp 39,7 triliun.
“Kami memperkirakan AUM industri bertumbuh rendah dalam jangka pendek, meskipun secara kinerja investasi dan pangsa pasar tetap solid tahun ini,” tulis riset Mandiri Sekuritas hari ini.
Baca Juga
The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga, Investor Obligasi Masih “Wait and See”
Oleh karena itu, terang dia, membutuhkan sejumlah inovasi produk untuk bisa menangkap lebih luas pangsa pasar yang memiliki keputusan berbeda. Hal ini diharapkan menjadi faktor penopang pertumbuhan keuangan perseroan dalam jangka panjang.
Meski performa keuangan perseroan tahun ini lebih rendah dari realisasi tahun lalu, Mandiri Sekuritas, saham AMOR layak dipertahankan beli dengan target harga Rp 1.500. Target tersebtu merefleksikan kemampuan perseroan untuk mencatatkan tingkat return investasi baik didukung brand global yang kuat, jaringan luas, dan sumber daya kuat. Target harga tersebut merefleksikan PE sekitar 30 kali.
Baca Juga
Sedangkan pada penutupan perdagangan saham hingga kemarin saham AMOR ditutup di level Rp 1.020. Dengan harga penutupan tersebut, peluang penguatan harga saham AMOR masih besar berkisar 47%.

