Ashmore AM (AMOR) Ungkap Penyebab AUM Turun Rp 1,6 Triliun per Juni 2024
JAKARTA, investortrust.id – Emiten manajer investasi, PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk atau Ashmore AM (AMOR), mencatat penurunan asset under management (AUM) atau dana kelolaan sebesar Rp 1,6 triliun atau 5,1% secara kuartalan per 30 Juni 2024.
Direktur Utama PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, Ronaldus Gandahusada mengatakan, hingga akhir Juni 2024, pihaknya mengelola dan investasi sebesar Rp 30,6 triliun yang terbagi dalam jenis reksa dana saham, rensa dana pendapatan tetap dan lainnya.
"Jumlah dana kelolaan mengalami penurunan Rp 1,6 triliun menjadi Rp 30,6 triliun per 30 Juni 2024, dibanding periode 31 Maret 2024 yang tercatat Rp 32,2 triliun,’’ urainya dalam keterangannya, Jumat (12/7/2024).
Secara rinci penurunan dana kelolaan sepanjang triwulan tersebut didorong oleh kinerja negatif sebesar Rp 1,5 triliun dan arus keluar bersih sebesar Rp 0,1 triliun.
Baca Juga
Disebutkan, turunnya kinerja AMOR terutama disebabkan oleh pasar ekuitas yang berada di bawah tekanan, menyusul kenaikan suku bunga Bank Indonesia pada bulan April dan lemahnya kinerja bank-bank dan perusahaan-perusahaan besar pada umumnya.
Sementara, nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh arus keluar asing dan bergerak di atas Rp 16.000/US$ sepanjang periode tersebut. Selain itu, investor tetap berhati-hati dan menunggu pembentukan pemerintahan baru Indonesia pada bulan Oktober 2024.
‘’Meskipun ada tantangan pasar jangka pendek, sejak awal tahun, reksadana Ashmore telah berkinerja baik dengan 71% AUM mengungguli indeks masing-masing dan reksa dana unggulan perusahaan berada di peringkat teratas di antara perusahaan sejenis,’’ ujarnya.
Sementara itu, selama 12 bulan terakhir, dampak dari kebijakan moneter yang lebih ketat telah mengakibatkan lemahnya perkembangan AUM industri, khususnya di sektor reksa dana dengan AUM reksa dana saham turun sebesar 4% sepanjang tahun.
Namun, kata dia, kinerja Ashmore relatif baik dan pangsa pasar reksa dana ekuitasnya meningkat dari 8,9% pada Juni 2023 menjadi 9,5% pada Juni 2024.
Baca Juga
Dukung Kripto, Donald Trump akan Berpidato di Konferensi Bitcoin 2024 pada 27 Juli
Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) terus tumbuh mengikuti perubahan peraturan baru-baru ini, dengan Ashmore meluncurkan lima produk KPD baru sepanjang tahun.
“Industri manajemen aset Indonesia terus menghadapi tantangan yang signifikan dalam 12 bulan terakhir, yang berdampak pada penurunan aset kelolaan, khususnya reksa dana,’’ katanya.
Lebih lanjut Manajemen AMOR berharap pemerintahan Indonesia yang baru dapat memberikan peluang yang menjanjikan bagi Perseroan untuk lebih meningkatkan posisi pasar dan meraih prospek pertumbuhan baru.
‘’Pendekatan aktif dan komitmen kami untuk memberikan nilai kepada investor akan terus memandu upaya kami dalam menavigasi dinamika pasar ini. Kami tetap teguh dalam mengejar pertumbuhan berkelanjutan dan tetap yakin pada kemampuan kami untuk memberikan hasil bagi klien dan mencapai tujuan pertumbuhan jangka panjang kami,” pungkasnya.

