Laba Tergerus 22%. Ashmore (AMOR) Konsisten Tebar Dividen
JAKARTA, investortrust.id – Emiten Manajer Investasi PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) mengumumkan laporan keuangan tahunan audited periode dua belas bulan yang berakhir pada 30 Juni 2023, dengan membukukan dana kelolaan (AuM) Rp 32,6 triliun, turun 2,5% year on year (yoy). Kendati begitu kinerja investasi AMOR tercatat meningkat Rp 1,8 triliun
Terkait kinerja keungan, AMOR mencatat pendapatan bersih yang turun 14% ke posisi Rp209 miliar, disebabkan penurunan rata-rata dana kelolaan sebesar 11% dan perubahan struktur produk yang mendorong ke arah marjin pendapatan yang lebih rendah sebesar 65 bp.
Posisi EBITDA mengalami penurunan sebesar 24% ke posisi Rp113 miliar dan marjin EBITDA AMOR berada di posisi tinggi 54% (FY2022: 62%).
Baca Juga
OJK Denda Dua MI Rp 3,07 Miliar, Produk Kelolaannya Dibubarkan
Adapun posisi laba bersih tercatat turun 22% dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya ke posisi Rp93 miliar.
Manajemen AMOR menyampaikan akan mendistribusikan 98% dari laba bersihnya tahun ini sebagai dividen, dan mengusulkan dividen final sebesar Rp25 per saham atau Rp55 miliar.
Presiden Direktur PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, Ronaldus Gandahusada mengatakan, perusahaan mengakhiri tahun fiskal 2022/2023 dengan profitabilitas yang cukup tangguh, menunjukkan efektivitas model bisnisnya dalam mengelola dampak kondisi pasar yang menantang, sambil terus melakukan diversifikasi dan berinvestasi untuk berpartisipasi penuh dalam pertumbuhan masa depan manajemen aset Indonesia.
‘’Selain diversifikasi rangkaian produk yang berkelanjutan, Ashmore terus mengembangkan infrastruktur operasinya sepanjang tahun untuk memberikan manfaat efisiensi,’’ paparnya dalam keterangan resmi, Rabu (6/9/2023).
Lebih lanjut dikatakan, filosofi manajemen aktif Ashmore telah memberikan kinerja investasi yang relatif kuat bagi klien, dengan reksa dana saham andalan Perusahaan menghasilkan 5% hingga 10% alpha selama 12 bulan dan reksa dana pendapatan tetap berkinerja lebih baik sebesar 2% hingga 7%.
Baca Juga
Produksi Batu Bara Naik, Ultima Nitra (UNIQ) Kejar Pertumbuhan 26%
‘’Ashmore percaya bahwa industri manajemen aset di Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang menarik melalui peningkatan partisipasi dan permintaan akan produk-produk yang lebih canggih,’’ ujarnya.
Diketahui, para ekonom memperkirakan bahwa Indonesia akan mencapai PDB per kapita sebesar US$5.000 pada tahun 2023, yang biasanya menunjukkan peningkatan pendapatan yang dapat dibelanjakan yang dapat mengalir ke konsumsi dan investasi.
‘’Ashmore mempunyai posisi yang baik untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan Indonesia ini dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang sahamnya,” ujarnya.

