Lirik Proyek Panas Bumi di Kenya, Pertamina Geothermal (PGEO) Tandatangani Kerja Sama Berikut
JAKARTA, Investorust.id – PT Pertamina Geothermal Energi Tbk (PGEO) menandatangani non disclosure agreement (NDA) dengan Geothermal Development Company (GDC) asal Kenya. Penandantangan NDA ini bertujuan untuk mempelajari kemungkinan kerja sama dalam pengembangan potensi panas bumi di Kenya dan Indonesia.
Baca Juga
Direktur Utama Pertamina Geothermal Julfi Hadi melalui penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/9/2023), menyebutkan, kerja sama ini sebagai langkah awal bagi eprseoran untuk menjadi world class green energy company.
Saat berkunjung ke Kenya, perseroan telah menandatangani kesepakatan dengan Africa Geothermal International Limited (AGIL) untuk mengembangkan Konsesi Longonot di Kenya. Negara tersebut disebut memiliki potensi pengembangan sampai dengan 500 MW dan sebanyak 140 MW siap untuk di eksploitasi.
Terkait progres kerja sama dengan AGIL, Julfi mengatakan, kedua belah pihak sedang melakukan sharing data hingga 3 bulan ke depan. "Tentunya banyak hal bernilai positif bagi kedua negara dalam mengembangkan energi panas bumi," ujarnya.
Baca Juga
Lagi-lagi ARA, Kekayaan Prajogo Pangestu Bertambah Rp 25,34 Triliun dari CUAN
Sebelumnya, Direktur Keuangan Pertamina Geothermal Nelwin Aldriansyah mengatakan, Pertamina Geothermal siap menyerap fasilitas pinjaman dari lembaga donor asal Jepang, Japan International Cooperation Agency (JICA) sebesar 12 miliar yen atau setara Rp 1,2 triliun untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2.
Sebagian dana tersebut, terang dia, akan digunakan PGEO untuk membiayai proyek PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 megawatt di Lumut Balai, Sumatera Selatan. Proyek Lumut Balai Unit 2 sampai sekarang masih dalam tahap konstruksi dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman JICA yang tersisa sekitar 12 miliar yen. Fasilitas JICA itu masuk dalam anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2023 dan 2024.

