Pertamina Geothermal (PGEO) Akan Akuisisi Aset Panas Bumi di Kenya dan Turki
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berencana akan mengakuisisi aset panas bumi di Kenya dan Turkiye.
Direktur Utama PGEO, Julfi Hadi mengatakan proyek panas bumi yang berlokasi di Kenya saat ini tengah dalam proses akuisisi dan porses akuisisi ini diproyeksikan dapat rampung di kuartal III-2024.
“Mudah-mudahan selesai di bulan Juli atau Agustus, sesudah itu bisa persiapan eksplorasi, step by step masih di pelajari, kita mulai satu-satu,” kata Julfi saat Media Briefing Kinerja Keuangan Kuartal I-2024, di Kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (8/5/2024).
Julfi mengungkapkan alasan salah satunya memilih Kenya karena resources yang tersedia di negara tersebut bisa memberikan return yang sangat bagus. Lebih lanjut, dia menambahkan PGEO juga tengah mengkaji langkah akuisisi operating field di Turkiye.
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Naikkan Rasio Dividen Tahun Buku 2023
Dalam pemberitaan sebelumnya, saat berkunjung ke Kenya, perseroan telah menandatangani kesepakatan dengan Africa Geothermal International No.1 Limited (AGIL) untuk mengembangkan konsesi Longonot di Kenya. Longonot disebut memiliki potensi pengembangan sampai dengan 500 MW dan sebanyak 140 MW siap untuk di eksploitasi.
Terkait progres kerja sama dengan AGIL, Julfi mengatakan, kedua belah pihak sedang melakukan sharing data hingga 3 bulan ke depan. "Tentunya banyak hal bernilai positif bagi kedua negara dalam mengembangkan energi panas bumi," ujarnya.
Tak hanya di luar negeri saja, Julfi menyebut PGEO juga mengincar aset panas bumi di dalam negeri. Dia menyebut PT Sorik Marapi Geothermal Power milik KS Orka Renewables yang kini sedang dilakukan negoisasi untuk akuisisi.
“Sorik (Sorik Marapi Geothermal) kan naik turun melulu, kita masih monitor dan review. Kalau peluangnya ada, kita akan ambil," terangnya.
Sorik Marapi Geothermal terletak di Mandailing Natal, Sumatra Utara. Proyek ini memiliki kapasitas hingga 240 Megawatt (MW), dan diakuisisi mayoritas sahamnya oleh KS Orka pada pertengahan 2016. KS Orka merupakan anak usaha Kaishan Group, produsen kompresor asal Cina. Selain Sorik Marapi, KS Orka juga memiliki proyek panas bumi lainnya, seperti PT Sokoria Geothermal Indonesia di Nusa Tenggara Timur. (CR-5)

