Fokus Baterai Kendaraan Listrik, Potensi Cuan Saham Harum (HRUM) Segini
JAKARTA, Investortrust.id – Mandiri Sekuritas merekomendasi beli saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) setelah anak usahanya PT Tanito Harum Nickel (THC) mengakuisisi 50,999% saham PT Infei Metal Industri (IMI) dari Central Halmahera Holding Pte Ltd. Hal ini menjadikan Harum sebagai pemegang 100% saham smelter nikel tersebut.
Mandiri Sekuritas dalam riset yang diterbitkan, Jumat (29/9/2023), menyebutkan Harum diperkirakan telah menggelontorkan dan senilai US$ 207,6 juta untuk mengakuisisi 100% saham IMI. Angka tersebut setara dengan US$ 7,4 ribu per ton.
Baca Juga
Dikendalikan Komut Usia 21 Tahun, Jhonlin Agro (JARR) Ungkap Rencana Merger
“Kami menilai harga akuisisi tersebut sangat masuk akal, dibandingkan dengan rata-rata Pembangunan smelter RKEF berkisar US$ 10 ribu per ton. Hal ini mendorong kami untuk merekomendasikan beli saham HRUM dengan target harga Rp 2.500,” tulisnya dalam riset tersebut.
Pada penutupan sesi I perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (29/9/2023), saham HRUM ditutup menguat 2,41% menjadi Rp 1.915. Dengan target harga tersebut, potensi cuan dari saham ini masih besar.
Usai menjadi pemegang saham mayoritas, Mandiri Sekuritas menyebutkan, Harum(HRUM) akan mengkonsolidasikan IMI dalam laporan keuangan perseroan tahun ini. Sebagaimana diketahui, akuisisi saham IMI telah berjalan secara bertahap sejak Februari 20221, dilanjutkan Desember 2021, dan terakhir bulan ini.
Baca Juga
“Kami menilai bahwa akuisisi IMI bagian dari strategi jangka panjang Harum untuk peningkatan invsetasi di sektor nikel. Pendanaan ekspansi diambil dari keuntungan segmen batubara Harum juga kemungkinan kembali ekspansi dengan pemrosesan HPAL untuk memproduksi baterai kendaraan listrik. Apalagi segmen tersebut menunjukkan prospek cerah dan margin lebih tinggi,” terangnya.
IMI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan pemurnian nikel. IMI memiliki dan mengoperasikan smelter nikel di Weda Bay Industrial Park, Maluku Utara. Perseroan mengoperasikan smelter dengan kapasitas 28 ribu ton nikel dan beroperasi komersial sejak April 2022.
Sepanjang tahun 2022, IMI berhasil membukukan pendapatan senilai US$ 427,30 juta dan laba bersih mencapai US$ 59,02 juta.

