Gelontorkan US$ 215,21 Juta, Harum (HRUM) Tambah 60,7% Saham di Smelter Nikel Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Harum Energy Tbk (HRUM) melalui anak usahanya PT Harum Nickle Industry (HNI) membeli sebanyak 60,7% saham PT Westrong Metal Industry (WMI) senilai US$ 215,21 juta. Aksi tersebut menjadikan total saham WMI yang dikuasai perseoran bertambah menjadi 80,7%.
Dirut Harum (HRUM) Ray A Gunara mengatakan, HNI membeli saham WMI dari Prime Investment Capital Limited (PICL) dan Walsing Singapore Pte Ltd. Total saham WMI yang diakuisisi mencapai 1,2 juta saham atau setara dengan 60,7% dengan harga pelaksanaan US$ 215,21 juta.
Baca Juga
“Transaksi pembelian saham Westrong Metal Industry telah dilakukan pada 26 Januari 2024,” tulisnya dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/1/2024).
Manajemen perseroan menyebutkan bahwa transaksi tersebut bagian dari upaya perseroan untuk mendiversfikasi usaha ke sektor nikel. Sebelumnya, pada 27 April 2022, HNI telah mengakuisisi 20% saham WMI, sehingga akuisisi tambahan 60,7% menjadikan Harum pengendali 80,7% saham perusahaan smelter nikel tersebut.
WMI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan pemurnian nikel. Perusahaan ini memiliki dan mengoperasikan smelter nikel di Weda Bay Industrial Park, Maluku Utara.
Baca Juga
Tantangan Berlanjut di 2024, Begini Target Saham Harum (HRUM)
Smelter nikel yang dioperasikan terdiri atas empat lini rotary kiln electric furnace berikut dengan prasarana pendukung dan fasilitas converter. Smelter ini menghasilkan produk high grade nickle matte dengan kapasitas produksi terpasang mencapai 56 ribu ton yang terkandung dalam produk high grade nickle matte.
Ray A Gunara mengatakan, saat ini proyek WMI masih dalam tahap akhir konstruksi dan ditargetkan mulai beroperasi komersial pada kuartal II-2024. Usai transaksi tersebut HNI akan menjadi pengendali dengan kepemilikan 80,7% saham WS dan sisanya dikuasai PICL sebanyak 19,3%.

