Harum Energy (HRUM) Guyur Rp 4,68 Triliun ke Proyek Smelter Weda Bay
JAKARTA, investortrust.id – Emiten pertambangan, PT Harum Energy Tbk (HRUM) menggelontorkan pinjaman investasi sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,68 triliun (kurs Rp 15.600) kepada anak usahanya, PT Blue Sparking Energy (BSE).
Direktur Utama HRUM, Ray A Gunara, mengatakan, saat ini BSE sedang mengembangkan suatu proyek high-pressure acid leaching yang berlokasi di Indonesia Weda Bay Industrial Park di Kabupaten Halmahera Tengah.
Baca Juga
Geo Energy Tuntaskan Akuisisi 58,65% Saham Golden Eagle (SMMT)
Proyek ini dirancang untuk memproduksi nickel-cobalt hydroxie intermediate product Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dengan kapasitas terpasang 67 ribu ton per tahun setara nkel dan sekitar 7.500 ton kobalt, termasuk dengan fasilitas dan infrastruktur pendukungnya.
“Aliran dana atas transaksi Perseroan anak untuk keperluan pengembangan dan pembangunan proyek tersebut yang didanai dalam bentuk pinjaman kepada PT Harum Nickel Perkasa (HNP) dan selanjutnya, HNP memberikan pendanaan kepada PT Tanito Harus Nickel (THN),” paparnya dalam keterbukaan informasi yang dilansir, Rabu (18/10/2023).
Baca Juga
Lebih lanjut, masing-masing pendanaan tadi, baik ketika disalurkan Perseroan kepada HNP dan THN didasarkan pada suatu perjanjian antara pihak-pihak terkait.
Sebelumnya THN dan BSE telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman sejumlah US$ 500 juta. “Transaksi yang diterima THN dari Perseroan selanjutnya akan dialirkan kepada BSE sebagai bagian dari pinjaman yang ditarik oleh BSE berdasarkan perjanjian fasilitas pinjaman tersebut,” imbuhnya.

