Baru Listing, Emiten Ini (MSTI) Laporkan Kenaikan Laba Berikut
JAKARTA, investortrust.id – Emiten pendatang baru, PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI), mencatatkan kenaikan laba bersih menjadi Rp 192 miliar hingga September 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 147 miliar.
CFO MastersystemJeo Halim mengatakan, kenaikan laba bersih tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan bersih perseroan sebanyak 25% dari Rp 1,82 triliun menjadi Rp 2,28 triliun. Margin laba kotor perseroan juga naik dari 19,59% menjadi 19,81%. Laba usaha meningkat 26% menjadi Rp 249 miliar, dibandingkan hingga kuartal III-2022 senilai Rp 198 miliar
Baca Juga
Mastersystem (MSTI) Alokasikan Dana IPO Rp 101,5 Miliar untuk Bayar Utang
Begitu juga dengan EBITDA Mastersystem (MSTI) mencatatkan kenaikan menjadi Rp 293 miliar dari Rp 233 miliar. “Peningkatan pendapatan ini didorong oleh permintaan yang kuat di lembaga keuangan dan sektor telekomunikasi. Hal ini didorong beberapa faktor, seperti meningkatnya adopsi layanan terkait cloud, percepatan transformasi digital, dan peningkatan permintaan solusi keamanan,” tulisnya dalam penjelasan resminya di Jakarta, Jumat (24/11/2023).
Dia menambahkan, kontribusi pendapatan semester II lebih tinggi terhadap total pendapatan perseroan setiap tahun. “Secara historis dalam dua tahun terakhir, periode sembilan bulan memberikan kontribusi sekitar 52-55% terhadap total pendapatan setiap tahun,” terangnya.
MSTI sebelumnya telah diakuisebagai Cisco ASEAN Partner of the Year 2023 dan Cisco APJC Software Partner of the Year 2023 atas inovasi, kepemimpinan, dan praktik terbaiknya sebagai Partner Cisco diajang Cisco Partner Summit 2023,
MSTI baru saja menuntaskan penawaran umum perdana (IPO) saham dengan meraup dana segar sebesar Rp 637,96 miliar. Sedangkan pencatatan saham perdana MSTI telah dituntaskan pada 8 November di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca Juga
Resmi Listing di BEI, Saham RGAS, MSTI dan IKPM Kompak Menguat
Perseroan mengungkapkan dana hasil IPO saham tersebut akan digunakan untuk melunasi utang perseroan di perbankan. Sebanyak Rp 101,5 miliar untuk membayar sebagian pokok utang perbankan dan sisanya Rp 500 miliar untuk belanja modal.
Belanja modal terutama digunakan untuk pengembangan bisnis perseroan terutama di bidang sektor konsumen, keuangan, dan juga telekomunikasi. “Saat ini kami masih fokus IPO, jadi (penggunaan dana IPO) masih sesuai prospectus, yaitu sebagian untuk melunasi utang bank yang jatuh tempo pada Desember, sisanya untuk belanja modal,” terang Miranti.
Meski mencatatkan peningkatan kinerja keuangan, saham MSTI cenderung bergerak stagnan terhitung sejak listing perdana. Berdsarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (24/11/2023), saham MSTI ditutup di level Rp 1.390, dibandingkan harga IPO saham Rp 1.355 pada 8 November 2023.

