Listing Perdana Saham IPKM, RGAS, dan MSTI, Berkut Fakta Ketiga Sahamnya
JAKARTA, investortrust.id – Ketiga saham ini akan menggelar listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/11/2023). Ketiga emiten tersebut adalah PT Ikapramindo Putramas Tbk (IPKM), PT Mastersystem Infoatama Tbk (MSTI), dan PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS).
Berdasarkan data BEI, saham IKPM dan RGAS akan dicatatkan di papan pengembangan. Sedangkan saham MSTI dicatatkan di papan utama.
Baca Juga
Ikahpharmindo (IKPM) merupakan perusahaan pabrikandan pemasar produk farmasi dan kesehatan konsumen. Perseroan memproduksi dan memasarkan beragam merek dalam kategori produk farmasi Obat Resep, OTC, Nutraseutikal, produk perawatan rambut profesional dan produk bayi.
IKPM melepas sebanyak 3,36 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 165, sehingga total dana yang diraup mencapai Rp 55,59 miliar. Sedangkan OCBC Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek perseroan.
Dana hasil IPO tersebut rencananya digunakan sebanyak 50% untuk belanja barang modal dan sisanya untuk menambah kemampuan dana kas perusahaan dalam rangka pembiayaan kegiatan modal kerja perseroan.
Sementara itu, Kian Santang Muliatama (RGAS) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang industri gas, meliputi penyediaan product (spare parts) hingga engineering, procurement and construction (EPC).
Baca Juga
Transaksi Saham Petrindo (CUAN) Kembali Dibuka, Harga Bakal Lanjut Naik?
Kian Santang akan melepas sebanyak 334,20 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 120 per saham, sehingga total dana yang diraup berkisar Rp 40,10 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi saham yang listing di papan pengembangan ini adalah Erdikha Sekirtas.
Perseroan dalam penjelasan di prospectus menyebutkan bahwa seabnyak Rp 11,68 miliar dana hasil IPO saham akan digunakan untuk untuk pembelian sebanyak 99% saham PT Kian Santang. Perseroan juga mengalokasikan dana senilai Rp 6,31 miliar untuk pembelian sebanyak 99% saham PT Karya Instrumindo Simpati dan setoran modal untuk perusahaan tersebut.
Mastersystem (MSTI)
Sementara itu, Mastersystem (MSTI )melepas sebanyak 470,82 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 1.355, sehingga total dana yang diraup mencapai Rp 637,96 miliar. Perseroan juga menggelar program alokasi saham karyawan (ESA) sebanyak 6,45 juta saham.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Naik, Saham CPIN, AMRT, dan TBIG Direkomendasikan Trading Buy
Terkait penggunaan dana, manajemen perseroan dalam prospectus menyebutkan bahwa sekitar Rp 101,57 miliar dana perolehan akan digunkanan untuk pebayaran sebagian pokok utang kepada Bank OCBC. Sisa dana hasil IPO saham akan ditempakan sebagai modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan usaha perseroan.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan perseroan hingga April 2023, Mastersystem mencatatkan peningkatan pendapatan menjadi Rp 745,20 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 539,89 miliar, Laba usaha turun dari Rp 52,16 miliar menjadi Rp 47,43 miliar. Sedangkan laba tahun berjalan justru naik dari Rp 42.42 miliar menjadi Rp 49,67 miliar.

