Emiten Pendatang Baru Ini Laporkan Lonjakan Laba 815% di 2024, Tertinggi Sepanjang Sejarah!
JAKARTA, investortrust.id - PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) mencatatakan kenaikan laba bersih sebanyak 815% menjadi Rp 182 miliar pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 19,89 miliar. Kenaikan laba bersih ini merupakan tertinggi sepanjang sejarah perseroan sejek berdiri pada 29 November 2011.
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan menjadi Rp 3,4 triliun pada 2024 atau tumbuh sebesar 11% dibandingkan dengan pendapatan usaha tahun sebelumnya sebesar Rp 3,04 triliun.
Direktur Keuangan DGWG Danny Jo Putra mengutarakan, segmen agrokimia dan pupuk masih menjadi kontributor utama terhadap perolehan pendapatan perseroan di tahun 2024.
Baca Juga
Sentuh ARA di Listing Perdana, Delta Giri (DGWG) Bidik Laba Tumbuh 25% di Tahun 2025
“Kedua segmen usaha tersebut menjadi segmen usaha yang memberikan kontribusi signifikan bagi kinerja penjualan perseroan," kata Danny dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id Rabu, (9/4/2025).
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur DGWG, David Yaory mengungkapkan pencapaian ini sesuai dengan proyeksi bisnis yang disampaikan oleh manajemen dalam paparan publik di bulan Desember tahun lalu.
"Pertumbuhan kinerja bisnis tahun 2024 tidak hanya dikarenakan faktor siklus El Nino yang berakhir namun juga didukung dengan meningkatnya loyalitas dan kepercayaan konsumen terhadap produk-produk DGWG,” beber David.
Baca Juga
Ke depan, DGWG akan menyiapkan berbagai langkah strategis dalam meningkatkan kinerja bisnisnya agar performa Perseroan dapat tumbuh berkesinambungan. Adapun langkah yang disiapkan diantaranya pengoperasian pabrik karbamasi (bahan aktif agrokimia) pada kuartal II-2025 untuk kebutuhan pasar domestik dan global.
Pada segmen pupuk, DGWG juga merencanakan pembangunan pabrik pupuk di wilayah Sumatra yang ditargetkan mulai kuartal II-2025. Pabrik ini diproyeksikan dapat menambah kapasitas produksi sebanyak 100.000 metrik ton per tahun pada tahap awal. Sumber dana pembangunan pabrik pupuk ini menggunakan sumber dana dari laba ditahan yang disiapkan dalam rencana bisnis 2025.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap pengembangan bisnis, DGWG mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp 133 miliar pada tahun 2025, yang melanjutkan realisasi penggunaan capex tahun lalu yang mencapai Rp 182 miliar.

