Momentum Pertumbuhan Berlanjut, Prospek dan Target Saham Indah Kiat (INKP) Menggiurkan
JAKARTA, investortrust.id – Momentum pertumbuhan kinerja keuangan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) mulai terlihat yang ditunjukkan performa kuartal IV-2023. Berlanjutnya momentum diharapkan mendorong performa kinerja keuangan perseroan tahun 2024 akan menyamai rekor tahun 2022.
Data keuangan perseroan menunjukkan menunjukkan pendapatan perseroan naik dari US$ 756 juta pada kuartal III-2023 menjadi US$ 792 juta pada kuartal IV-2023. Begitu juga dengan laba bersih melesat dari US$ 52 juta menjadi US$ 91 juta.
Kenaikan pendapatan kuartal akhir tersebut didukung atas peningkatan volume penjualan mencpai 7%. Kenaikan tersebut bisa menahan tekanan penurunan rata-rata harga jual produk bubur kertas dan kertas perseroan sebanyak 2% pada kuartal akhir tahun lalu.
Baca Juga
Laba Indah Kiat (INKP) Terjun 52%, Tapi Pemulihan Mulai Tampak
“Kenaikan kinerja kuartal III ke kuartal IV-2023 didukung peningkatan volume penjualan bersamaan dengan keberhasilan perseroan memangkas biaya atau cash cost yang berimbas terhadap kenaikan margin keuntungan,” tulis tim riset Sinarmas Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, awal bulan ini.
Terkait volume penjualan, Sinarmas Sekuritas menyebutkan, peningkatan penjualan terbesar datang dari kertas industri. Begitu juga dengan penjualan pulp menunjukkan peningkatan. Angka pertumbuhan volume penjualan tersebut tergolong baik, dibandingkan dengan kondisi logistik yang penuh tantangan sepanjang 2023.
Selain peningkatan volume penjualan, Sinarmas Sekuritas menyebutkan, rata-rata harga jual kertas menunjukkan peningkatan pada kuartal akhir tahun lalu. Kondisi ini berimbas terhadap peningkatan margin keuntungan. Kondisi ini diharapkan terus berlanjut sampai akhir tahun ini.
Baca Juga
Gelontorkan Dana Jumbo, Indah Kiat (INKP) Tambah Saham Anak Usaha Ini
Berbagai faktor tersebut mendororng Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendassi beli saham INKP dengan target harga Rp 14.700 untuk 12 bulan ke depan. Target tersebut mempertimbangkan perkiraan PE sekitar 9,8 kali. Dengan harga penutupan saham INKP Rp 9.575, terbuka peluang penguatan harga saham INKP sebanyak 53,52%.
Target harga tersebut mempertimbangkan ekspansi perseroan mulai terlihat tahun depan dan bersamaan dengan peningkatan volume permintaan kertas global tahun ini. “Kami memperkirakan level pendapatan perseroan akan bisa menyamai rekor tahun 2022 pada tahun ini,” terangnya.
Sinarmas Sekuritas memperkirakan pendapatan perseroan mencapai US$ 3,97 miliar tahun 2024 dan laba bersih diharapkan melesat menjadi US$ 547 juta. Kenaikan tersebut diharapkan mendorong laba per saham perseroan meningkat menjadi Rp 1.500 tahun ini.
Baca Juga
Gara-gara Pengumuman Suzano, Saham Indah Kiat (INKP) Melesat, Kok Bisa?
Tahun lalu, INKP membukukan penurunan laba bersih sebanyak 52% dari US$ 858 juta menjadi US$ 411 juta. Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan pendapatan perseroan dari US$ 4,00 miliar menjadi US$ 3,47 miliar.
Penurunan tersebut sejalan dengan penurnan margin kotor perseroan dari 40% menjadi 33% pada 2023. Begitu juga dengan margin keuntungan bersih turun dari 21% menjadi 12%.
Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan volume penjualan perseroan yang justru naik 4% dari 5,11 juta ton menjadi 5,30 juta ton. Namun rata-rata harga jual terkoreksi sebanyak 16% dari US$ 783 per ton menjadi US$ 656 per ton.
Estimasi Kinerja Keuangan INKP

