Masuk UMA, Nusantara Infrastructure (META) Sebut Tengah Proses Transaksi Material
JAKARTA, investortrust.id – Manajemen PT Nusantara Infrastructure Tbk (META)menyebutkan tengah memproses aksi korporasi yang bersifat material. Namun demikian, perseroan belum bersedia membocorkan jenis transaksi tersebut.
Demikian penjelasan manajemen Nusantara Infrastructur menjawab permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Jumat (29/9/2023).
Baca Juga
Melesat 98%, Saham Nusantara Infrastructure (META) Masuk UMA
Dalam suratnya BEI menanyakan apakah perseroan memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang berakibat terhadap pencatatan saham META di BEI dalam jangka waktu tiga bulan?
“Perseroan belum dapat menyampaikan kepada publik dikarenakan penyelesaian transaksi untuk informasi material tersebut masih tunduk pada penyelesaian persyaratan pendahuluan dan segera disampaikan setelah tersedianya keseluruhan informasi dan persyaratan,” tulis manajemen melalui jawaban tertulis di BEI.
Pernyataan yang diajukan tersebut terkait dengan lompatan harga saham Nusantara Infrastructure (META) dalam beberapa hari terakhir hingga membuat saham ini dimasukkan dalam aktivitas di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA).
Baca Juga
Saham BBNI Terus Menguat Jelang Stock Split, Cek Jadwal Berikut
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham META telah melesat dari level Rp 113 menjadi Rp 224 sepanjang September 2023 berjalan atau terjadi lompatan mencapai 98,23%. Lompatan harga saham META terlihat mulai terjadi sejak 20 September 2023. Sedangkan hari ini, saham META ditutup stagnan level Rp 224.
Sebelumnya, perusahaan Salim Grup ini bekerja sama dengan PT Acset Indonusa Tbk (ACST) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membentuk perusahaan patungan PT Jakarta Metro Ekspressway (JKTMetro) ini pada 11 September 2023.
JKTMetro adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengusahaan jalan tol, yang meliputi pendanaan, perencanaan teknik, pelaksanaan konstruksi, pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol. Perusahaan patungan ini nanatinya menggarap Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Cikunir – Ulujami Elevated sepanjang 21 km dengan nilai investasi Rp 21,5 triliun.

