Harga IPO Rp 780, Market Cap Barito Renewables (BREN) Langsung Gusur GOTO
JAKARTA, Investortrust.id – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) akan menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) senilai Rp 104,73 triliun saat listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Market cap tersebut setelah harga IPO saham ditetapkan Rp 780 per saham.
Perseroan telah memutuskan harga pelaksanaan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) senilai Rp 780 per saham. Harga tersebut merupakan harga tertinggi dari kisaran harga penawaran Rp 670-780.
Baca Juga
Jelang Listing BREN, Saham BRPT, TPIA, dan CUAN Milik Prajogo Pangestu Ini Melorot Sepekan
Dengan jumlah saham yang dilepas sebanyak 4,5 miliar saham atau 3,35% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, BREN bakal meraup dana Rp 3,51 triliun. Demikian penjelasan manajemen BREN dalam prospektus ringkas yang dilisi Senin (2/10/2023).
BREN akan tercatat sebagai emiten dengan market cap terbesar ke-15 atau setara dengan Rp 104,73 triliun menggusur PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang bertengger di Rp 100,67 triliun dan terpaut tipis dari market cap PT United Tractors Tbk (UNTR) senilai Rp 105,09 triliun.
Baca Juga
Saham Batubara Mulai Membara Jelang Akhir Tahun, Berikut Daftar Saham Pilihan Teratas
Sebelumnya, analis Samuel Sekuritas Indonesia Laurencia Hiemas dan Muhammade Farras Farhan dalam riset Valuasi harga penawaran umum perdana IPO saham BREN lebih tinggi, dibandingkan rata-rata harga global dan pesaing terdekatnya PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).
Barito Renewables (BREN) merupakan anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang memfokuskan keigatan pengembangan sektor energi panas bumi (geotermal) dengan kapasitas terpasang mencapai 885 MW.
Baca Juga
Valuasi IPO Saham Barito Renewables (BREN) di Atas PGEO, Pilih PGEO atau BREN?
BRPT bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 66,67% saham. Artinya perusahaan ini dikendalikan langsung taipan Prajogo Pangestu pemegang mayoritas mencapai 71,179% saham BRPT.
“Dengan kisaran harga bookbuilding Rp 670-780 per saham, rentang valuasi BREN merefleksikan perkiraan EV/EBITDA tahun 2023 sebesar 14.3x-16.1x, dengan asumsi EBITDA tahunan sebesar US$ 535 juta. Rentang valuasi tersebut 4% lebih tinggi dari rata-rata global dan regional dan 14% lebih premium dari pesaing terdekatnya PGEO,” tulis Analis Samuel Sekuritas Indonesia Laurencia Hiemas dan Muhammade Farras Farhan dalam risetnya.

