Saham Anjlok, GOTO Bakal Kembali Catat Penurunan Nilai Good Will Jumbo?
JAKARTA, Investortrust.id – Berlanjutnya penurunah harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berpotensi berdampak negatif terhadap laporan kinerja keuangan tahun ini. Pasalnya, terbuka peluang perseroan kembali mencatatkan penurunan nilai good will akibat harga sahamnya sudah jauh di bawah harga penutupan akhir tahun lalu.
Kondisi serupa pernah dilakukan GOTO dalam laporan keuangan tahunan 2022 dengan mencatatkan penurunan nilai good will senilai Rp 11 triliun. Saat itu disebutkan penurunan akibat adanya kerugian investasi dan penurunan valuasi saham GOTO. Kerugian tersebut memicu peningkatan rugi bersih GOTO tahun 2022 dari Rp 25,9 triliun menjadi Rp 40,4 triliun.
Baca Juga
Dalam 19 Bulan, Nilai Pasar Saham GOTO Menguap Rp 313 triliun
Sebagaimana diketahui nilai pasar pasar (market cap) saham GOTO kembali anjlok dari Rp 400 triliun pada saat lising perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 April 2022 menjadi Rp 86,45 triliun pada penutupan perdagangan saham Kamis (12/10/2023) atau kurang dari 19 bulan.
Sedangkan sepanjang tahun ini, kapitalisasi pasar saham GOTO telah anjlok dari Rp 107,77 triliun menjadi Rp 86,45 triliun. Market cap tersebut merefleksikan penurunan harga saham perseroan dari Rp 91 menjadi Rp 73 per saham.
Baca Juga
Saham GOTO dan ARTO Makin Parah, IHSG Kian Sulit untuk Bangkit
Kehilangan kapitalisasi pasar tersebut terjadi setelah harga saham GOTO anjlok dari harga IPO Rp 338 menjadi Rp 73 per saham atau telah 78,40 %. Berdasarkan data BEI, saham GOTO, Kamis (12/10/2023), ditutup terjerembab sebanyak Rp 6 (7,59%) ke level penutupan terendah baru sepanjang masa Rp 73.
Penurunan dalam saham GOTO setelah merampungkan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) sebanyak 17,04 miliar saham dan dicatatkan di bursa efek pada 11 Oktober 2023. Saham baru tersebut diserah Bhinneka Holdings Ltd dan nantinya disalurkan ke IFC.
