Pakar Nilai Paparan Anies Baswedan Terkait Transisi Energi Too Good To Be True
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Eksekutif Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka) Tri Mumpuni Wiyatno menilai pemaparan capres nomor urut 1, Anies Baswedan mengenai transisi energi berkeadilan terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Menurut peraih penghargaan Ramon Magsaysay 2011 ini, pemaparan Anies mengenai transisi energi dalam high level talk bertajuk "Rembuk Ide Transisi Energi Berkeadilan: Menelaah Gagasan dan Komitmen Calon Pemimpin Indonesia" sangat detail dan komprehensif.
"Saya melihat paparan tadi seperti teknokrat murni. Detail, komprehensif, dan too good to be true," kata Tri Mumpuni Wiyatno seusai Rembuk Ide Transisi Energi Berkeadilan di Jakarta, Kamis (23/11/2023).
Baca Juga
Anies Baswedan Paparkan 5 Langkah Muluskan Transisi Energi Berkeadilan
Dikatakan, program-program yang dipaparkan Anies akan menjadi kemenangan Indonesia jika dapat direalisasikan. Pemberdaya listrik di berbagai daerah terpencil itu mengatakan, sudah waktunya rakyat sejahtera dengan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Dengan demikian, rakyat tidak termajinalkan dan ditinggalkan.
"Saya tidak tahu, apakah capres yang lain dapat memiliki visi seperti ini. Hal ini membuat saya mindblowing, karena itu yang kita perjuangkan dari 30 tahun lalu dan baru sekarang saya dengarkan dari calon presiden ingin bagaimana pembangunan yang berkeadilan. Sila ke-5 Pancasila, itu bisa diimplementasikan. It's more than enough," katanya.
Sementara itu, guru besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Tumiran mengatakan, transisi energi berkeadilan yang dipaparkan Anies berbasis pengalamannya. Dengan demikian, Anies dapat memetakan persoalan dan menyampaikan solusi yang dapat ditempuh.
"Meskipun belum detail, strategi policy secara makro sudah disiapkan oleh beliau. Bagaimana mengatasi hambatan-hambatan yang akan muncul dalam transisi energi yang berkeadilan," katanya.
Apalagi, saat sesi diskusi, Anies membeberkan langkah-langkah yang dapat dilakukan agar transisi energi melibatkan dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Tumiran mengapresiasi pola pikir tersebut. Namun, Tumiran mengaku belum mengetahui program-program Anies agar sumber daya yang ada dapat mengangkat ekonomi masyarakat serta memberdayakan masyarakat.
"Secara macro policy, beliau sudah memiliki pandangan2 terkait pengoptimalan sumber daya lokal, menjaga kepentingan nasional, dan upaya transisi energi begitu pula sustainability-nya," kata peneliti Pusat Studi Energi UGM itu.
Baca Juga
Dalam pemaparannya, Anies menegaskan transisi energi berkeadilan harus menghadirkan keadilan bagi masyarakat, terutama di daerah yang mengandalkan penghasilan dari sumber energi tak terbarukan. Anies menegaskan rencana harus selaras dan tidak tumpang tindih dengan alur koordinasi jelas. Tujuannya agar komitmen internasional dan nasional dapat dipahami oleh kepala daerah hingga akar rumput.
Selain itu, Anies menilai demokratisasi data penting untuk mewujudkan transparansi. Dia berharap pemilik sumber-sumber data bisa bergabung agar data yang dirilis bisa komprehensif. Anies juga mendorong inovasi pendanaan melalui inisiasi nilai karbon dan kolaborasi pemerintah, swasta, institusi finansial serta lembaga internasional agar terwujud blended finance. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan transisi energi berkeadilan harus dilakukan lewat kolaborasi.

