'Good Bye' September Ceria! IHSG Besok Diprediksi Bisa Anjlok 5% hingga Rupiah Ambles ke Rp 16.650 per Dolar AS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Biasanya September identik dengan optimisme (September ceria), tapi kondisi politik dan ekonomi saat ini justru akan menunjukkan hal sebaliknya. Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi bahkan memproyeksikan perdagangan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melemah pada awal September, esok hari.
Kondisi ini terjadi karena memanasnya tensi politik di Tanah Air pasca demonstrasi yang berakhir ricuh akhir pekan ini dan ancaman bahwa aksi ini masih akan berlanjut. Apalagi terjadi penjarahan di beberapa rumah politikus di antaranya Ahmad Syahroni, Uya Kuya, Eko Patrio, Nafa Urbach hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
"Ini membuat ketegangan memanas dan kita melihat di kota-kota lain seperti Medan, Surabaya, Bandung, dan Makassar ini terjadi pembakaran," ujar Ibrahim, Minggu (31/8/2025).
Kondisi politik yang memanas ini memicu apatisme dari pelaku pasar. Ibrahim melihat pelaku pasar akan hati-hati dalam perdagangan IHSG di Senin (1/9/2025).
"Dalam perdagangan di hari Senin, IHSG akan melemah. Tapi melemahnya tidak akan menuju suspend, dengan penurunan maksimal hanya 5%" kata dia.
Sementara itu, kondisi rupiah pun diproyeksikan akan tertekan seiring masih tangguhnya indeks dolar AS (DXY). Ibrahim memproyeksikan rupiah bakal melemah 100 hingga 150 poin.
"Akan mendekati Rp 16.600-an per US$ bahwa Rp 16.600 itu angka minimal. Bisa saja, Rp 16.600 sampai Rp 16.650 per US$," ujar dia.
Meski demikian, Ibrahim masih mengamati pergerakan rupihan di awal September 2025 ini. Salah satunya, perkembangkan dan kondisi politik di Tanah Air.

